Hal itu diungkapkan Zulkifli dalam acara "Forum Pikiran, Akal, dan Nalar. Partai Politik: Di Antara Pileg dan Pilpres" di Hotel Grand Arkenso Semarang. Dalam pidatonya, Zulkifli mengawali dengan ungkapan syukur acara tersebut jadi terlaksana karena sempat diisukan batal.
"Alhamdulillah, acara ini jadi, tadi diisukan acaranya batal, acaranya bubar, saya dapat kabar seperti itu. Untungnya, kita masih bisa berkumpul di ruangan ini," kata Zulkifli Hasan di Hotel Grand Arkenso Parkview, Semarang. (13/03)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilu itu tidak betul perang total, kayak yang dibilang oleh Pak Moeldoko. Tapi, juga tidak benar perang badar, seperti yang dibilang sama Neno. Ini pemilu. Yang merasa semuanya sudah bagus, ekonomi bagus, hukum adil, ya silakan lanjutkan. Kalau yang tidak, ada harapan baru yaitu Prabowo-Sandi. Bukan perang total atau Perang Badar, tetapi kontestasi yang konstruktif," tambahnya.
Selain itu, Ketua MPR RI ini juga mengatakan pemimpin yang tidak mampu mewujudkan harapan rakyat sebagai pengkhianat. Dia meminta semua kader dan simpatisan untuk mencoblos peminpin yang terbaik.
"Mencoblos bukan sekedar melubangi kertas, namun cara memperbarui harapan. Mencoblos adalah merehabilitasi harapan. Mana kala harapan rakyat berhasil diwujudkan, maknanya pemimin berhasil. Kalau harapan rakyat bertepuk sebelah tangan, berarti pemimpin berkhianat," tambahnya.
Zulkifli menghimbau semua kader dan simpatisan PAN untuk menjawab harapan publik lewat pemilu ini. Dia berharap PAN dapat memberikan kandidat yang terbaik untuk masyarakat.
"Kita harus daulat dulu, maka kita berlaku adil. Maka, kita berkehidupan setara. Itu urutannya filosofi PAN. Tujuan PAN bukan pemilu, tetapi Indonesia yang adil dan sejahtera. Jadi lah matahari, tidak pernah ingkar janji, selalu memberi," tutup Zulkifli. (alg/sip)











































