DetikNews
Senin 11 Maret 2019, 17:59 WIB

Diduga Ini Sebab Munculnya 'Prabowo' di Running Text Puskesmas Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Diduga Ini Sebab Munculnya Prabowo di Running Text Puskesmas Semarang Running Text di Puskesmas Srondol, Semarang. Foto: tangkapan layar dari video di medsos
Semarang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menelusuri dugaan peretasan panel running text di Semarang. Hasilnya panel tersebut memang rawan hack karena kata kunci belum diubah.

Koordinator divisi penindakan pelanggaran kampanye, Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini mengatakan klarifikasi sudah dilakukan terhadap pihak di lokasi pertama yaitu dari Puskesmas Srondol dan pihak ketiga penyedia perangkat running text.

"Pihak ketiga sudah kita panggil, Puskesmas juga sudah," kata Naya kepada detikcom,Senin (11/3/2019).


Dari klarifikasi pihak ketiga, diketahui mereka hanya mengatur agar keluar tulisan tentang kesehatan saja. Namun ternyata password untuk mengakses tidak diganti sehingga berpotensi besar untuk diretas via nirkabel.

"Kemungkinannya hacker, kenapa? Potensinya karena mesin yang belum diganti password," pungkasnya.

Meski demikian pihaknya belum menarik kesimpulan karena penelusuran masih dilakukan. Bawaslu Kota Semarang juga akan menginvestigasi di dua tempat lainnya yang running textnya muncul ajakan memilih capres nomor 01 atau 02.


Untuk diketahui, di Jalan Setiabudi, Srondol, Semarang dalam sepekan ini dihebohkan munculnya ajakan memilih Prabowo-Sandi yang muncul di Puskesmas Srondol dan di depan bank swasta. Kemudian menyusul ajakan memilih Jokowi yang muncul di dekat warung martabak.

"Akan diinvestigasi karena itu jelas memuat kampanye," tegas Naya.

Dari informasi yang diperoleh, running text di dekat warung martabak itu bertuliskan "PILIH JOKOWI NO1_TOP". Sedangkan tulisan di running text Puskesmas lebih panjang, "hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO," begitu bunyi penggalan teks yang berjalan. Tulisan berlanjut dengan pesan lain salah satunya mengajak unsubscribe Atta Halilintar.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed