Serda Siswanto yang Bercita-cita Jadi Anggota Polri atau TNI

Akrom Hazami - detikNews
Sabtu, 09 Mar 2019 15:42 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Jenazah anggota TNI, Serda Siswanto Bayu Aji telah dimakamkan secara kemiliteran di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu (9/3/2019). Namun, jasa-jasanya patut dikenang.

Serda Siswanto adalah anak pasangan Suraidi Iskandar dan Sufitri. Ditemui di rumah duka, di Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (8/3/2019), Iskandar membeberkan sekilas tentang anak semata wayangnya.

Mulanya Bayu, panggilan orang tuanya, mengenyam pendidikan di SMK Negeri 1 Blora jurusan otomotif dan lulus pada tahun 2011. Ia sempat bekerja menjadi sopir di perusahaan batubara di Balikpapan, Kalimantan selama 3 tahun.

Bayu sempat mendaftar polisi. Namun gagal karena faktor umur yang sudah terlewat batas dari klasifikasi. Bayu kemudian mendaftar TNI dan mulai diterima sebagai prajurit TNI pada 2016. Sampai akhirnya masuk satuan Kopassus di Bogor dan dikirim di Papua pada Januari 2019 atau dua bulan ini.

"Lulus SMK, Bayu bekerja sebagai sopir di perusahaan batubara di Kalimantan selama 3 tahun. Setelah itu Bayu hendak mendaftar polisi namun umurnya sudah kelewat hingga akhirnya berkesempatan mendaftar TNI," katanya.

"Cita-citanya memang kalau tidak polisi, ya TNI. Saya mendukung. Selama itu positif. Apalagi tinggi badannya sekitar 180 cm," tambahnya.

Bayu gugur setelah terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019). Di rumah duka yang berada di pinggir jalan raya itu dipenuhi karangan bunga. Seperti karangan bunga yang dikirim dari Panglima TNI, Danjen Kopassus, Pangdam IV Diponegoro, Danrem, dan Dandim 0717 Purwodadi
(bgk/bgs)