ADVERTISEMENT

Ayah Kenang Serda Siswanto yang Gugur di Papua: Saya Bangga!

Akrom Hazami - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 18:13 WIB
Serda Siswanto Bayu Aji. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Pelayat telah berdatangan di rumah duka Serda Siswanto Bayu Aji di Grobogan, Jawa Tengah. Sang ayah, Suraedi Iskandar (64) bercerita tentang sosok anak semata wayangnya itu.

"Abot (berat) ditinggal anak satu-satunya. Bayu juga jarang pulang. Jarang ketemu saya. Lebaran juga tidak pulang," ungkap Iskandar di rumah duka, Jumat (8/3/2019).

Bayu adalah anak tunggal dari pasangan Iskandar dan Sufitri (55). Orang tua ini jarang bertemu Bayu. Baik sebelum Bayu menjadi anggota Kopassus maupun saat Bayu masih kerja di pertambangan batubara di Kalimantan.

Adapun cita-cita Bayu sedari kecil kalau tidak jadi anggota TNI, jadi anggota polri.


Sejak 2016, cerita Iskandar, Bayu berhasil daftar jadi TNI. Kemudian setahun berikutnya masuk di Kopassus. Dengan penempatan kerja di Bogor, Jabar. Baru pada 21 Januari 2019, Bayu ditugaskan ke Papua.

"3 Februari 2019 adalah komunikasi terakhir saya dan Bayu. Bayu bilang jika dia ditugaskan ke Papua sejak 21 Januari 2019. Pada 3 Februari diterjunkan langsung ke lokasi di Nduga, Papua," kenang Iskandar membeberkan apa yang dialami anaknya.

Baru pada sore kemarin dia mendapat kabar dari teman Bayu yang bernama Sultan, anggota polisi di Jakarta. Kabarnya yakni Bayu meninggal dunia di Papua. Keluarga lantas mencari informasi lebih lanjut.

"Baru pada Kamis malam, Koramil Wirosari datang ke rumah menyampaikan pesan dari Dandim Purwodadi. Pesannya bahwa Bayu meninggal dunia di Papua. Kena tembak di bagian perut," terang Iskandar yang sesekali menyalami pelayat yang tiba.

"Fisasat saya ndak punya. Seminggu yang lalu, tiba-tiba ada kata-kata atau kalimat Bayu saat usai pendidikan di Singkawang Barat dua tahun lalu," kenang Iskandar.


Meski tak berfirasat, seminggu belakangan ini dia terngiang ucapan putranya itu.

"Saya terngiang kalimat Bayu kepada saya saat masa-masa pertama jadi TNI, dua tahun lalu. Bayu bilang, 'seorang TNI kalau gugur di medan tugas dimakamkan di TMP'," ungkap Iskandar menirukan ucapan Serda Siswanto.

Firasat ini, kata Iskandar, menggema saat dirinya menunaikan salat malam seminggu terakhir. Pensiunan guru ini menuturkan dia memang selalu berupaya mendirikan salat malam.

"Salat malam saya tiba-tiba ingat kata Bayu. Tidak khusyuk salat saya. Sampai kemarin selalu punya rasa kawatir. Tapi apa kata-kata Bayu ada hubungannya? Saya rutinkan salat taubat, tahajud, salat hajat, dan salat witir. Tiap malam. Kalau ndak solat itu rugi. Paginya salat duha 4 rakaat. Saya doa keselamatan anak dan keluarga," kata dia.

Rupanya hal itu seolah jadi pertanda bahwa apa yang disampaikan Bayu menjadi nyata.

"Meski begitu, saya bangga karena anak saya gugur saat bertugas demi bangsa ini," tutur Iskandar.


(sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT