Longsor terjadi di ruas Jalan Jatipohon Grobogan-Sukolilo Pati. Pengguna jalan harus bersabar ketika melintasi titik tersebut karena jalur menyempit.
Warga telah siaga di tiap ujung lokasi yang longsor.
Sejumlah warga setempat turun menjadi pengatur arus lalu lintas di lokasi. Sekitar 10 orang relawan dari warga yang mengatur arus lalu lintas dari dua arah yakni siaga di ujung lokasi dari arah Grobogan maupun siaga kendaraan dari arah Sukolilo Pati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktis, jalan raya itu tidak aman saat kendaraan melintas di atasnya. Apalagi jika sampai melintas di tepi atau bahu jalan.
Karenanya, warga menutup jalan dengan drum serta Bina Marga Provinsi Jateng telah memasang rambu agar badan jalan di pinggir talud tidak dilewati kendaraan.
Kendaraan dari dua arah harus melintas di satu lajur yaitu lajur yang dilewati kendaraan dari arah Pati ke Grobogan. Sedangkan lajur untuk kendaraan dari arah sebaliknya ditutup dengan rambu dan drum.
"Harus diatur jalan ini. Kalau nggak, kendaraan dari dua arah bisa-bisa berebut jalan dan tabrakan. Karena kan jalan yang dilewati kendaraan dari arah Grobogan ditutup. Hanya satu lajur yang dipakai untuk kendaraan dari dua arah. Ya istilahnya, gantian lewatnya," kata seorang warga pengatur jalan di lokasi, Nasoka (42).
Pria yang mengaku menjadi koordinator pengatur jalan ini sengaja turun mengatur arus lalu lintas bersama warga lain. Kendaraan dari dua arah itu diatur melintas secara bergantian.
"Meski kami pengatur jalan dapat uang Rp 30 ribu totalnya rata-rata. Tapi kami tetap berharap pemerintah menangani kerusakan atau longsoran jalan secepatnya," harap Nasoka diamini sesama pengatur jalan lain, Ruslan.
Kepala Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Barkah Widiharsono mengatakan, saat ini memang belum dilakukan perbaikan di longsoran jalan.
"Dari Grobogan sampai gapura batas Kabupaten Pati adalah wilayahnya. Masih menunggu proses lelang (perbaikannya)," kata Barkah kepada detikcom melalui pesan pendek.
"Berkas sudah di ULP, mudah-mudahan April sudah bisa kontrak," sambung Barkah kembali.
Dari hasil hitungannya, panjang longsoran sekitar 20 meter, dengan kedalaman 3,5 meter di Km.Smg.110+000-110+100. Pihaknya telah memasang rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas.
"Sudah kami pasang rambu-rambu peringatan untuk berhati-hati saat melintas lokasi tersebut," terangnya.
"Kami mencoba mohon izin ke dinas untuk bisa secepatnya menangani lokasi tersebut," pungkas Barkah. (sip/sip)











































