DetikNews
Senin 04 Maret 2019, 13:51 WIB

Imam Besar Al Azhar Menyoal Poligami, Menag: Hormati Semua Pandangan

Usman Hadi - detikNews
Imam Besar Al Azhar Menyoal Poligami, Menag: Hormati Semua Pandangan Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Imam Besar Al Azhar, Ahmed al-Tayeb, menyebut poligami bisa menjadi penyebab ketidakadilan bagi perempuan dan anak dalam keluarga. Pernyataan tersebut menuai kontroversi. Bagaimana tanggapan Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin?

Lukman mengatakan, ada beragam tafsir terkait poligami di dalam Islam. Misalnya, ada pandangan yang menyebut poligami adalah cara Islam memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin memiliki istri lebih dari satu dengan syarat yang ketat.

"Ada pandangan yang mengatakan bahwa itulah cara Islam memberikan kesempatan, peluang, bagi mereka-mereka yang ingin memiliki istri lebih dari satu dengan syarat yang sangat ketat sebenarnya. Harus adil, harus berada di tengah-tengah," jelasnya.

Hal itu disampaikan Lukman usai meresmikan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (4/3/2019).


Lukman melanjutkan, selain pandangan tersebut juga ada pendapat lainnya yang menyebut poligami bukanlah perintah Islam. Melainkan poligami merupakan aturan pembatasan bagi muslim dalam memiliki istri.

"Juga ada yang mengatakan bahwa poligami itu bukan lah perintah dalam Islam. Tapi itu adalah pembatasan. Karena kalau dikaitkan dengan tradisi sebelum Islam turun, orang laki-laki pada masa itu memiliki bahkan tidak hanya puluhan, ratusan," tuturnya.

"Jadi bisa (menikah) sampai empat (perempuan) itu sebenarnya dalam konteks pembatasan, bukan dalam bentuk perintah. Jadi poin yang ingin saya katakan banyak tafsiran terkait dengan hal ini (poligami)," sambung politisi PPP tersebut.


Karena banyak tafsir atas poligami, lanjut Lukman, dia berharap masyarakat tak saling menyalahkan satu dengan lainnya. Dia meminta masyarakat saling menghargai dan menghormati, meski di antara mereka berbeda pandangan soal poligami.

"Bagi mereka yang ingin melakukan poligami kita hormati, sebagaimana kita menghormati bagi mereka-mereka umat Islam yang juga menolak poligami karena itu (dianggap) bentuk merendahkan harkat, derajat, martabat perempuan," pungkas dia.
(ush/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed