Kelabuhi Polisi, Mahasiswa Ini Kuras Rp 230 Juta dari ATM Temannya

Ristu Hanafi - detikNews
Selasa, 26 Feb 2019 22:14 WIB
KBS, memakai baju tahanan. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - Seorang mahasiswa di Yogyakarta, KBS (22), menguras isi ATM teman kuliahnya senilai Rp 230 juta. Aksi pelaku berawal setelah dia bisa mengakali polisi saat membuat surat laporan kehilangan kartu ATM dan KTP di Polsek Banguntapan.

"Pelaku lebih dulu mencuri kartu ATM dan KTP milik korban, KT, saat mereka jalan naik satu mobil. Dia lalu membuat laporan kehilangan mengatasnamakan korban, dia fotokopi KTP korban sehingga fotonya kelihatan buram tidak jelas. Dia datang ke Polsek Banguntapan bawa fotokopi KTP itu bilang bahwa KTP dan ATM dia hilang, dia kelabuhi seperti itu," kata Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, Sleman, Selasa (26/2/2019).

Aksi pelaku dilakukan pada 26 Desember 2018. Berbekal surat laporan kehilangan dari Polsek, pelaku kemudian datang ke Bank Panin Kacab Utama Yogyakarta untuk mengurus buku rekening dan kartu ATM baru. Setelah itu pelaku langsung menguras isi ATM temannya itu senilai total Rp 230 juta.


Oleh pelaku, uang itu disimpan deposito Rp 115 juta atas nama orang tuanya, Rp 40 juta ditransfer kepada orang tuanya di Sumatera Selatan untuk membayar hutang, sisanya dipakai untuk membeli motor trail, ponsel dan pakaian.

Selang beberapa waktu korban baru mengetahui kartu ATM dan KTP-nya hilang. Dia juga baru menyadari rekeningnya dikuras tanpa sepengetahuan dirinya saat mengurus kartu ATM baru. Saldonya telah berkurang dari jumlah awal sekitar Rp 500 juta. Korban lantas melapor ke polisi pada 10 Januari 2019.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus pelaku di wilayah Banyuwangi pada 19 Februari lalu.


"Hasil penyidikan diduga ada tindak pidana pemalsuan dokumen dan tanda tangan, pencurian, setelah kita pelajari ternyata ada tindak pidana pencucian uang," jelas Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo.

"Kita tentunya juga warning kepada bank, agar berhati-hati jangan sembarangan mengeluarkan kartu ATM baru. Karena di kasus ini ternyata yang mengurus itu orang lain, bukan pemilik rekening aslinya," imbuhnya. (mbr/mbr)