DetikNews
Selasa 26 Februari 2019, 15:41 WIB

Tiap RT Warga Lereng Merapi di Magelang Miliki Tabungan Bencana

Eko Susanto - detikNews
Tiap RT Warga Lereng Merapi di Magelang Miliki Tabungan Bencana Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Warga tiap RT di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, memiliki tabungan bencana. Uang tabungan bencana tersebut bisa digunakan sebagai bekal saat berada di pengungsian jika sewaktu-waktu Merapi erupsi.

Salah satu pengelola tabungan bencana, Sri Makmur (30), warga Dusun Sabrang mengatakan, tabungan bencana mulai dirintis setelah kejadian erupsi tahun 2010.

"Dulunya tabungan ini dirintis setelah kejadian erupsi tahun 2010. Saat ini, dana cash yang dimiliki di kelompok kami ada Rp 7,9 juta," ujar Sri saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/2/2019).

Selain berwujud uang tunai, tabungan bencana tersebut juga hewan peliharaan berupa sapi. Sapi tersebut dipelihara warga dengan sistem gaduh dan bagi hasil.

"Imbauan dari Pak Kades, kalau nanti ada perubahan status Merapi dari waspada menjadi siaga, hewan sapi tabungan itu bisa dijual. Semoga saja tidak terjadi apa-apa," pintanya.

Untuk Desa Ngargomulyo ini jarak dari puncak Merapi sekitar 8 km. Desa ini merupakan salah satu yang masuk KRB III. Adapun warga yang tinggal di Desa Ngargomulyo tersebar di 10 dusun.

Kepala Desa Ngargomulyo, Yatin mengatakan, pasca erupsi Merapi 2010 selama 6 bulan warga mendapatkan jatah hidup (jadup) berupa bantuan sebesar Rp 900.000-an. Kemudian yang Rp500.000 diberikan chas, sedangkan yang Rp 400.000-an dikumpulkan dalam kelompok. Tabungan bencana ini basisnya di masing-masing RT.

"Kami imbau agar tidak hilang, uang yang dikumpulkan kelompok dibelikan sapi. Tabungan ini bisa digunakan sewaktu-waktu kalau ada peningkatan Merapi, terus warga harus mengungsi," kata dia.

Tabungan bencana tersebut, kata Yatin, nantinya bisa digunakan untuk keperluan saat berada di pengungsian. Jika sampai mengungsi sebelum ada bantuan, warga telah memiliki bekal.

"Termasuk kami imbau selain tas cerdas atau pintar, warga juga menyiapkan makanan instan," tuturnya.

Untuk memantau perkembangan Merapi, katanya, selalu mengikuti informasi yang berasal dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Magelang. Perkembangan informasi mengenai aktivitas Merapi selalu disampaikan kepada warganya.

"Sosialisasi itu baik melalui pertemuan-pertemuan, arisan, PKK, pengajian-pengajian maupun lainnya," katanya.
(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed