Titiek Soeharto Soal Puisi Neno Warisman: Jangan Dipenggal-penggal!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 24 Feb 2019 19:42 WIB
Titiek Soeharto menghadiri acara Doa Bersama 242' di Bantul (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)
Bantul - Puisi yang dibacakan Neno Warisman saat Munajat 212 di Monas menuai polemik dari berbagai pihak. Namun, menurut politisi Partai Berkarya, Titiek Soeharto, hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Pemahamannya juga harus secara utuh.

"Jangan digede-gedein itu dah (puisi yang dibacakan Neno Warisman saat Munajat 212 di Monas Jakarta)," ujar Titiek saat menghadiri acara 'Doa Bersama 242' dari Dlingo untuk Indonesia Adil dan Makmur di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Minggu (24/2/2019).


Menurut putri kedua Pak Harto ini, puisi yang dibacakan Neno Warisman tersebut sebenarnya memiliki maksud lain. Menurutnya, maksud itu dapat ditemukan apabila puisi yang dibacakan Neno dipahami secara menyeluruh dan tidak secara sepenggal-sepenggal.

"Itu kan maksudnya kan....harus lihat dong itu apa, bahasanya, kalimatnya, semuanya. Jangan dipotong, jangan dipenggal-penggal (untuk memahaminya)," ucapnya.


Diketahui bersama, Neno Warisman membacakan 'Puisi Munajat 212' dalam acara doa dan dzikir di Monas, Jakarta Kamis (21/2). Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial (medsos) dan menuai polemik.

Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:
Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu (mbr/mbr)