DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 16:51 WIB

PDIP Usik Aset Pribadi, Amien Rais Anggap Nyanyian Nyamuk

Ristu Hanafi - detikNews
PDIP Usik Aset Pribadi, Amien Rais Anggap Nyanyian Nyamuk Amien Rais (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - PDIP menyeret lahan dan sekolah milik keluarga Amien Rais di bawah naungan Yayasan Budi Mulia Dua di Yogyakarta ke dalam perdebatan politik soal kepemilikan lahan. Seperti apa respons Amien Rais terhadap serangan mengusik aset pribadinya itu?

Saat ditemui wartawan seusai acara Kuliah Umum bersama Rocky Gerung di Halaman AdiTv, Jalan Raya Tajem Km 3, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Amien enggan berkomentar banyak.

Ketua Dewan Kehormatan PAN itu hanya menilai serangan PDIP sebatas nyanyian nyamuk.

"Cuma apa..cuma apa...cuma nyanyian nyamuk," kata Amien, Jumat (22/2/2019).

Saat wartawan menanyakan lebih lanjut apa maksud dari nyanyian nyamuk tersebut, Amien menyebut tidak memiliki arti apa-apa.

"Nggak berarti apa-apa," ujarnya.

Diketahui, aset pribadi Amien Rais diungkit oleh PDIP buntut dari isu lahan Prabowo Subianto dalam debat capres pada Minggu (17/2) lalu. Hal itu memicu polemik antara kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga Uno.


Nama Amien Rais disinggung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat berbicara mengenai penguasaan lahan Prabowo seperti yang disampaikan Jokowi dalam debat capres kedua lalu. Menurutnya, sosok seperti Prabowo dan Amien mati kutu dalam isu tersebut.

"Sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi," ungkap Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (20/2).

PAN lalu memberi pembelaan untuk sesepuhnya. Wasekjen PAN Saleh Daulay meminta Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu untuk tidak asal bicara soal Amien Rais.

"Hasto jaga komentarnya agar kelihatan kalau dia memang politisi cerdas dan berbudi. Kelihatannya, Hasto hanya ingin menarik keuntungan dengan melibatkan semua pihak secara membabi buta," kata Saleh Daulay.


Juru debat Badan Pemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Sandiaga itu juga menegaskan lahan milik Amien di Yogyakarta merupakan hasil dari membeli sendiri. Lahan itu pun disebut Saleh digunakan untuk kepentingan umum.

"Kenapa kok malah larinya ke Pak Amien Rais? Pak Amien itu hanya punya lahan untuk pertapakan sekolah. Dan sekolah itu adalah sarana dan fasilitas umum untuk rakyat. Berapalah luasnya tanah untuk sekolah," sebut anggota DPR itu.


Pernyataan Saleh pun mendapat tanggapan sinis dari Ketua Fraksi PDIP DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nuryadi. Ia menyebut sekolah milik Amien Rais di bawah naungan Yayasan Budi Mulia Dua tak bisa disebut diperuntukkan bagi rakyat karena biayanya mahal.

"Sekolah Budi Mulia yang dikelola yayasan terkait keluarga Amien Rais dikenal sebagai salah satu yang termahal dan tak bisa diakses semua kelompok masyarakat. Itu sekolah kaum berduit. Klaim sepihak bahwa tanah Pak Amien Rais yang luas dipakai untuk sekolah rakyat sama sekali tidak benar," ungkap Nuryadi.

"Contoh di Budi Mulia (baik TK, SD, SMP, SMA, dan SMK). Mungkin bagus. Tetapi apakah masyarakat mampu? Kalaupun mampu jadinya terpaksa. Supaya bisa gaya, karena orang sekolah di sana menjadi kaya semua. Budi Mulia itu mahal banget," sambungnya.


Nuryadi menjelaskan, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan tiap siswa cukup mahal. Sebagai contoh, uang masuk awal di SD Budi Mulia Dua Pandeansari tahun 2018/2019 adalah Rp 12.430.000.

"Sekolah Pak Amien Rais yang sangat mahal tersebut dikelola oleh pihak keluarga. Dewan Pembina adalah Pak Amien Rais dan isteri, lalu Ketua Yayasan adalah Hanafi Rais. Jadi tidak benar kalau sekolah itu sepertinya untuk rakyat," tutur Nuryadi.


Simak Juga 'Jokowi Ungkap Lahan Prabowo, PDIP: Bukan Menyerang Pribadi':

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed