DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 11:28 WIB

Berulah di Prawirotaman, WNA Inggris Diamankan Imigrasi Yogya

Ristu Hanafi - detikNews
Berulah di Prawirotaman, WNA Inggris Diamankan Imigrasi Yogya Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - WNA asal Inggris, Terence Byrne (73) diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta karena bikin onar di Kampung Turis Prawirotaman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Setelah diperiksa petugas, Byrne ternyata juga tidak membawa paspor dan izin tinggal.

"Rabu (20/2) kami mendapat laporan dari masyarakat dan media sosial, ada seorang WNA yang menganggu ketertiban di Kampung Prawirotaman. Petugas langsung melakukan penyisiran untuk memeriksa WNA itu," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Sutrisno kepada wartawan di kantornya, Jumat (22/2/2019).

Kasubsi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Raditya Jati Rumpoko menjelaskan pada Rabu, petugas Imigrasi melakukan penyisiran di Prawirotaman namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya pada Kamis (21/2) Byrne diketahui menginap di sebuah home stay.

"Pemilik homestay ternyata juga mengeluh WNA itu bikin ulah, mengancam dan marah-marah. Kami sisir di sekitar homestay dia sedang meminta-minta makan di warung makan," ungkapnya.

"Dicek kelengkapan dokumen izin tinggal dan paspor, dia tidak bisa menunjukkan dan mengaku sudah hilang dicuri orang. Tapi identitasnya diketahui bernama Terence Byrne, usianya 73 tahun warga negara Inggris" sambungnya.

Petugas lantas membawa Byrne ke kantor Imigrasi dan ditempatkan di ruang detensi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal itu berdasar Pasal 83 ayat 1 UU 6/2011 tentang Keimigrasian, yakni setiap orang asing yang tidak memiliki dokumen perjalanan wajib ditempatkan di ruang detensi.

"Di dalam ruangan dia teriak-teriak dan menendang pintu, makan dibuang, diduga kondisi kejiwaannya sedang tidak bagus," terang Jati.

"Dia berstatus pensiunan, diduga uang pensiunan tidak keluar, di-hold pemerintahnya, tidak menerima uang sehingga mungkin stres dan tinggal di negara orang tanpa bawa biaya hidup," lanjutnya.

Menurut sistem keimigrasian, Byrne tercatat masuk ke Indonesia pada 5 Desember 2018 dan memperpanjang izin tinggal sampai 2 Februari 2019. Sehingga terhitung sampai hari ini dia sudah overstay 20 hari.

Imigrasi Yogya berencana mengirim Byrne ke rumah detensi Semarang untuk penanganan lebih lanjut.

"Akan dikirim ke rumah detensi di Semarang, di sana fasilitas lebih lengkap, ada dokter, penjagaan dan alat pengamanan petugas jauh lebih memadai karena WNA ini kami nilai tidak kooperatif, terkadang mengancam keselamatan petugas," ujarnya.

Sesuai rencana, Byrne juga bakal dipulangkan ke negara asal. Pihak Imigrasi telah berkoordinasi dengan Kedutaan Inggris.

"Dia bilang tidak mau dikirim pulang, tapi pasti bakal dipulangkan. Karena tak punya dokumen dan biaya nanti koordinasi dengan kedutaan," pungkasnya.


(bgs/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed