DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 10:58 WIB

Sarapan Tiap Hari di Warung Ini Gratis, Tapi Ada Syaratnya

Robby Bernardi - detikNews
Sarapan Tiap Hari di Warung Ini Gratis, Tapi Ada Syaratnya Warung sedekah di Kabupaten Batang. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Sebuah warung yang menyajikan sarapan di Kabupaten Batang tak pernah sepi pengunjung. Rupanya semua hidangan sarapan di sana bisa dinikmati secara gratis. Tapi ada syaratnya.

Bernama 'Kedai Sedekah Dhuafa', warung ini buka tiap hari menyediakan sarapan bagi mereka yang membutuhkan. Warung ini buka dari pukul 05.00 WIB-09.00 WIB dan hanya melayani kaum dhuafa.

Warung yang terletak di kompleks Alun-alun Batang di tepi jalur Pantura Batang ini tak pernah sepi pengunjung.

Pantauan detikcom, Jumat (22/02) pagi, tampak antrean pengunjung untuk mengambil nasi bungkus dan minuman.

Setiap pagi warung ini ramai pengunjung. Setiap pagi warung ini ramai pengunjung. Foto: Robby Bernardi/detikcom

Pengelola warung ini berharap, dengan sarapan para dhuafa ini bisa mengawali aktivitas hari ini dengan bersemangat.

Salah seorang pengunjung, Slamet (51) yang berprofesi sebagai kuli panggul mengaku sudah tiga bulan sarapan di warung ini.

"Sebelum kerja (di pasar) saya ke sini jam lima-an. Sarapan dulu. Gratis," kata Slamet yang sehari-hari bekerja di Pasar Batang ini.

Slamet mengatakan sarapan baginya adalah barang mahal . Sebelumnya dia lebih memilih tidak sarapan sebelum menerima uang dari hasilnya bekerja sebagai buruh panggul. Namun, tiga bulan belakangan ini dia bisa rutin sarapan di warung ini.


"Alhamdulillah gratis. Perut sudah terisi kerja jadi enak," katanya.

Warung ini dikelola oleh ibu-ibu yang tergabung dalam paguyuban UKM Anggrek, Kabupaten Batang. Ada 60 anggota UKM yang setiap harinya beberapa anggota di antaranya mendapatkan jatah 20 nasi bungkus yang digilir selama satu minggu.

Sarapan Tiap Hari di Warung Ini Gratis, Tapi Ada SyaratnyaWakil Ketua UKM Anggrek, Nowulan. Foto: Robby Bernardi/detikcom

Wakil Ketua UKM Anggrek, Nowulan mengatakan dalam sehari, warung menyediakan 150 hingga 300 nasi bungkus beserta lauk dan teh manis. Semua itu akan habis sebelum pukul 09.00 WIB.

"Latar belakangnya sederhana yakni dari niatan kami untuk menyisihkan keuntungannya (dari UKM Anggrek) untuk disumbangkan dalam bentuk nasi atau jajanan bagi kaum dhuafa," jelasnya.

Lauk yang disajikanpun cukup lengkap seperti telur, tempe, tahu dan ikan laut.


"Ini kami lakukan bersama-sama dengan anggota UKM Angrek, jadi kita ringan dan ini memanng tujuan kita membantu warga yang membutuhkan sarapan," katanya.

Warung ini sudah ada sejak lima bulan lalu. Berbagai profesi pelanggan yang datang, mulai dari buruh gendong, penyapu jalan, penarik becak, dan buruh dari luar kota yang setiap hari menunggu bus di pinggir jalur Pantura.

"Ya harapan kita ada warung-warung serupa yang bisa membantu banyak orang untuk bersarapan. Ini kita lakukan dengan bayak orang jadi ringan dan bermanfaat," jelasya.

Selain warga lokal, warung sedekah ini juga ditujukan oleh warga dari luar daerah yang kebetulan kemaleman di alun-alun dan tidak mampu membeli sarapan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed