DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 10:29 WIB

Yang Lama Rusak, 8 Kran Siap Minum Baru di Semarang Sudah Bisa Dipakai

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Yang Lama Rusak, 8 Kran Siap Minum Baru di Semarang Sudah Bisa Dipakai Kran air siap minum di Kota Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pemerintah Kota Semarang kembali memasang kran air siap minum di tempat umum. Dengan pengalaman kran sebelumnya yang tak terawat dan tidak berfungsi, kali ini akan ada pengamanan agar tidak lagi ada aksi vandalisme di kran-kran baru.

Ada 8 kran yang difungsikan hari ini yaitu 4 di Taman Indonesia Kaya yang dulu dikenal sebagai Taman KB dan 4 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan sebelumnya sudah dimulai kran siap minum pada tahun 2015 di Taman Pandanaran dan depan SMA 1 Semarang serta Taman Srigunting, tapi kini sudah tidak berfungsi.

"Kita inovasi itu tidak kalah dengan daerah lain, tapi perawatan agak lemah, ini bagian dari pembelajaran kita," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu di Taman Indonesia Kaya, Rabu (20/2/2019).

Hendi sejak 2016 lalu sudah memantau perawatan kran siap minum tersebut dan dari catatan detikcom, saat Hendi sidak ternyata justru tempat kran dijadikan asbak serta membuang sampah plastik.

Oleh sebab itu kali ini Pemkot Semarang menggandeng PP Properti dengan CSR-nya untuk membangun kran air siap minum serta perawatannya selama 2 tahun. Sedangkan Pemkot Semarang akan ikut andil dalam kebersihan serta keamanannya.

"Tolong sama-sama kita rawat, Pemerintah Kota Semarang dari kebersihan dan keamanannya, PP maintenancenya. Bantuan warga untuk merawat juga diharapkan. Kalau ilmunya sudah dapat, kita tambah pakai APBD," pungkasnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan untuk kran yang rusak pihaknya berkoordinasi dengan PDAM agar mengecek lagi sehingga bisa berfungsi. Sedangkan PP Properti juga akan diminta membantu untuk hal tersebut.

"Kami akan minta PDAM untuk cek lagi, kita minta PP untuk bantuan. Idealnya ya setiap taman ada, minimal taman yang besar," pungkas Hevearita.

Sementara itu Direktur PP Properti Taufik Hidayat mengatakan pihaknya memberikan CSR kran air siap minum untuk membantu perkembangan Kota Semarang sekaligus berusaha mengurangi sampah plastik.

"Kita ingin agar masyarakat bangga. Ini juga mengurangi sampah plastik karena pengunjung tidak perlu membawa botol minum plastik," kata Taufik.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed