DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 18:32 WIB

Jika Merapi Erupsi, Magelang Siap Tampung Warga dari Boyolali

Eko Susanto - detikNews
Jika Merapi Erupsi, Magelang Siap Tampung Warga dari Boyolali Foto: Dok Humas Pemkab Magelang/detikcom
Magelang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, menyatakan kesiapannya menampung pengungsi dari tiga desa wilayah Boyolali jika sewaktu-waktu Merapi erupsi. Nantinya warga dari Boyolali tersebut tetap akan dilayani dengan baik.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan pemkab selalu memberikan sosialisasi bagi warga masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III tersebar di 19 desa. Untuk itu, pihaknya meminta warga agar meningkatkan kewaspadaannya.

"Kami minta warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya, dengan harapan masyarakat untuk tenang dan melakukan langkah-langkah yang tepat," kata Edy di sela-sela Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kemungkinan Erupsi Merapi di ruang Pusdalops Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (19/2/2019).

Lebih lanjut, Edy menjelaskan, rapat koordinasi yang dilangsungkan tersebut sesui dengan protap yang ada. Jika saat Merapi pada level II atau waspada ini, pemerintah selaku penyelenggara penanggulangan bencana melakukan persiapan.

"Protap kami memang begini, ketika pada level II atau waspada, itulah saat dimana pemerintah, penyelengara pemerintahan ini, penyelenggaraan penanggulangan bencana ini melakukan persiapan. Persiapan apa dilakukan level II, di level III kita sudah mulai siap-siap untuk mengungsi, kemudian di level IV semuanya mengungsi. Jadi rapat ini, rapat internal SKPD atau pihak-pihak yang bertanggungjawab sebagai penyelenggara penanganan bencana," tegasnya.

Menyinggung perihal adanya kemungkinan pengungsi dari Boyolali meliputi warga Desa Tlogolele, Klakah dan Jrakah karena lokasinya berdekatan dengan Kabupaten Magelang, nantinya Pemkab Magelang siap menampungnya. Kendati BPBD Kabupaten Magelang belum menerima data jumlah estimasi pengungsi dari tiga desa tersebut, namun prinsipnya siap menerima. Hal ini mengingat bencana tidak mengenal batas administrasi.

"Dari Boyolali, belum mengirimkan data kepada kami, tapi prinsipnya kami siap menampung mereka dari Tlogolele, dari Klakah, Jrakah. Ada tiga desa pada dasarnya, kita siapkan. Bencana itu kan tidak mengenal batas administrasi, oleh karena itu pelayanannya pun tidak mengenal batas administrasi, mereka dari Boyolali, kita tidak terlampau mempermasalahkan itu, datang ke Magelang kita layani," kata Edy.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin memerintahkan, kepada seluruh sektor untuk melakukan verifikasi dan mendata ulang.

"Saya perintahkan kepada seluruh sektor yang ada ini (SKPD) untuk bisa kembali, memverifikasi dan mendata ulang apa-apa saja yang belum. Tentunya, kita akan berusaha untuk melindungi yang terbaik untuk masyarakat," kata Zaenal kepada wartawan usai rakor tersebut.

Menyinggung perihal kemungkinan adanya pengungsi dari Boyolali, Zaenal memastikan akan membantunya. Hal ini karena hidup saling gotong royong dan bersama-sama.

"Kita pasti akan bantu dari manapun karena pada prinsipnya, kita hidup bergotong royong bersama-sama itu. Soal bantuan biaya pasti akan kita siapkan. Kalaupun ada dari warga lain, kami pasti siapkan," tegasnya.

Ia menambahkan, minggu mendatang kembali dilakukan rapat koordinasi. Hal ini dilakukan untuk memfixkan yang bisa dilakukan nantinya.

"Minggu depan kita lakukan rapat kembali berkoordinasi untuk memfixkan sehingga inilah yang akan kita lakukan," katanya.

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed