DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 13:13 WIB

Wanita Korban Pembunuhan di Kendal Dikenal Ramah Tapi Tertutup

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Wanita Korban Pembunuhan di Kendal Dikenal Ramah Tapi Tertutup Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Korban pembunuhan di Kabupaten Kendal, Sri Setijawati (48) hingga kini masih dicari jenazahnya. Di tempat tinggal korban, ia dikenal sebagai sosok yang ramah namun tertutup kepribadiannya.

Dari kartu identitas korban, ia tercatat sebagau warga Jalan Kelinci V, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Namun saat dihampiri, rumah yang berada di ujung gang itu kosong tak berpenghuni.

Dari keterangan warga sekitar, Sri dulu tinggal bersama orangtuanya di rumah tersebut. Ia sudah menjanda dan sempat 5 tahun di Papua. Beberapa bulan lalu Sri pulang ke Semarang namun tidak tinggal di sana.

Salah satu warga, Fahrudin mengatakan korban saat tinggal di sana termasuk warga yang ramah. Meski demikian memang tidak ada yang mengetahui kehidupan pribadinya.

"Ya biasa, ramah. Sudah lama tidak tinggal di sini. Keluarganya termasuk yang terlama di daerah sini," kata Fahrudin, Selasa (19/2/2019).

Kerabat korban yang enggan disebutkan namanya juga mengakui kalau korban tertutup. Keluarga mengetahui jika korban bekerja sebagai guru bahasa Jawa, namun tidak mengetahui guru di mana.

"Memang tertutup, guru di mana tidak tahu, beneran ini. Tapi ramah sama keluarga," ujar kerabat yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Pihak keluarga saat ini menunggu kabar terkait pencarian jasad korban yang masih dilakukan. Belum ada keputusan korban akan dimakamkan dimana jika sudah ditemukan.

"Kita menunggu kabar dari Pak Nanung (Kasat Reskrim Polres Kendal)," katanya.

Untuk diketahui, pembunuhan Sri terbongkar setelah pelaku, Ashar (31) menyerahkan diri ke kepolisian. Menurut pengakuan pelaku, pembunuhan terjadi di tempat tinggalnya di Perumahan Witjitraland Langenharjo Kendal hari Rabu (13/2) lalu.

Saat itu korban datang untuk menagih utang. Namun kemudian terjadi cekcok dan pelaku emosi. Pelaku yang emosi menusukkan gunting ke leher korban hingga tewas.

"Ya miskomunikasi ngasih uang, gak kasih, dia mau nagih ke istriku saya emosi, ya spontanitas emosi," kata Ashar saat digelandang ke rumahnya untuk reka ulang adegan, Senin (18/2/2019).

Jasad korban sempat disimpan di rumah kosong di sebelah rumah pelaku. Kemudian hari Jumat (15/2), pelaku membuang korban di sungai Kalibodri Kendal.

"Saya tusuk lehernya, berapa kalinya enggak ingat saya. Dibuang ke Kalibodri, ya dibawa ke Kalibodri itu pakai karung," pungkasnya.

Pelaku kemudian pulang ke rumah keluarganya di Genuk, Kota Semarang. Setelah diarahkan pihak keluarga, ia menyerahkan diri ke Polsek Genuk pada hari Minggu (17/2) lalu. Sementara itu hingga kini pencarian jenazah korban masih terus dilakukan.


(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed