DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 17:39 WIB

Mengintip Sekolah Burung di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Mengintip Sekolah Burung di Boyolali Sekolah burung kicauan di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Siapa sangka burung juga disekolahkan. Seperti puluhan burung yang kini sedang 'bersekolah' di Boyolali Bird Mastering.

Kicauan burung terdengar saling bersautan dari sebuah rumah di Dukuh Balangan, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali. Burung tersebut bukan peliharaan milik satu orang saja. Melainkan itulah sekolah burung kicauan, Boyolali Bird Mastering milik Beni Sunarto.

"Ada 60 ekor burung," kata Beni, di rumahnya yang sekaligus menjadi tempat sekolah burung itu Senin (18/2/2019).

Namun tidak semua jenis burung yang menjadi murid di sekolah ini. Tetapi hanya khusus burung murai batu saja.

Sekolah burung kicauan di Boyolali.Sekolah burung kicauan di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Sejumlah orang tampak sibuk merawat burung-burung tersebut. Ada yang menjemur, kemudian memberi makan, memandikan dan ada yang membersihkan kandangnya.

"Saya dibantu empat perawat untuk merawat burung-burung ini," ujar Beni.

Dijelaskan dia, yang dimaksud sekolah disini yakni untuk melatih burung tersebut mulai dari melatih pola makan, mandi dan pengisian master atau pengisian kicauan. Burung Murai yang disekolahkan di tempat ini, mulai umur dua bulan. Burung tersebut dinyatakan lulus dan akan dikembalikan ke pemiliknya ketika sudah berumur 7 hingga 8 bulan.

"Saya memilih yang sudah berumur 2 bulan karena sudah bisa makan sendiri. Ketahanan tubuhnya juga sudah bagus, tubuhnya sudah kenceng," terang dia.

Sekolah burung kicauan di Boyolali.Sekolah burung kicauan di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Pertama kali masuk ke sekolahnya, burung yang berumur 2 bulan tersebut dilatih tentang pola makan yang disesuaikan dengan kondisi suhu di Boyolali. Selain itu burung-burung itu juga diajari mandi.

"Biar nanti kalau sudah gede, lepas trotol-trotol tidak ribet, mau masuk umbaran ya sudah masuk saja. Mandi ya langsung mandi."

Untuk masteran, lanjut dia, begitu masuk ke sekolah tersebut juga langsung master. Sampai burung tersebut besar berumur sekitar 7 hingga 8 bulan terus tetap dimasteri.

Untuk masteran atau pengisian kicauan, Beni memiliki sekitar 25 ekor burung berbagai jenis. Pihaknya menerapkan metode beberapa masteran sekaligus masuk.

Sekolah burung kicauan di Boyolali.Sekolah burung kicauan di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Sekali masuk ke ruangan trotol itu bisa 10 jenis masteran. Soalnya karakter burung kan berbeda-beda. Ada yang bisa membawakan kenari enak, tajam, pukulan pakai kenari enak. Tetapi belum tentu bawain jenggotnya enak. Makanya sekali master kita memakai beberaja jenis burung," paparnya.

Lalu berapa biaya menyekolahkan burung di tempat ini? Beni menyebutkan, biayanya Rp 400.000 per bulan per ekor. Biaya tersebut sudah termasuk untuk pakan setiap hari dan perawatannya.

"Mulai dari umur 2 bulan sampai dewasa tetap sama, Rp 400 ribu. Kita yang merawat, pakan semua juga dari kita. Jadi pengeluarannya juga banyak," imbuh dia.

Setelah berumur 7 hingga 8 bulan, burung tersebut dinyatakan lulus dan akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Banyak, rata-rata luar kotanan. Dari Surabaya, Gresik, Jawa Timur banyak. Kemudian Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Pekalongan," kata Beni.

Awalnya, Beni menceritakan, dia memiki sejumlah burung kicauan termasuk murai batu. Dia juga memelihara sejumlah burung lain untuk dijadikan master burung murainya.

"Awalnya hanya masteri sendiri, nyiapi masteran sendiri, punya bahan tak pakai sendiri. Ikut lomba," jelasnya.

Kemudian, sekitar tahun 2014 mulai diminta untuk merawat dan mengisi kicauan burung murai batu milik teman-teman dekatnya. Hasilnya pun ternyata disenangi oleh pemilik burung tersebut. Lama kelamaan, yang titip semakin banyak dan dari berbagai daerah luar kota.

"Dari mulut ke mulut, sampai akhirnya tambah banyak. Akhirnya tahun 2017 tak publikasikan sekalian, tak bikin sekolah ini," ujar Beni.

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed