Ada Teriakan 'Prabowo Presiden' Usai Jumatan Kemarin, Apa Kata Takmir?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 16 Feb 2019 12:30 WIB
Suasana usai salat Jumat di Masjid Agung Semarang kemarin siang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Teriakan dukungan untuk Capres Prabowo Subianto terdengar usai Salat Jumat di Masjid Agung Kauman Semarang kemarin. Pihak Takmir Masjid enggan berkomentar terkait teriakan itu.

Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanief Ismail mengatakan pihaknya tidak berkomentar banyak akan teriakan tersebut. Menurutnya hal itu merupakan teriakan khas seorang pendukung.

"Saya tidak bisa menilai, teriakan khas pendukung seperti itu kami tidak komentari," kata KH Hanief, Jumat (15/2/2019).


Ia lebih memilih untuk bersyukur Salat Jumat berjamaah kemarin berjalan lancar. Hal itu juga menurutnya menepis fitnah yang mengatakan pihak masjid menolak Prabowo Salat Jumat. Namun sebelumnya pihak Masjid memang keberatan dengan pamflet pengumuman di medsos dan juga spanduk selamat datang di dekat Masjid.

"Sejak awal tidak menolak beliau. Kalau masih ada yang mengomentari Masjid Agung Semarang menolak, itu fitnah, siapapun boleh salat di sini," sebutnya.

Untuk diketahui, teriakan 'Prabowo Presiden' terdengar saat capres nomor urut 02 itu berjalan keluar Masjid dengan diiringi sejumlah orang. Pengawalan Prabowo sempat memperingatkan agar tidak ada teriakan itu namun tetap ada yang tidak mengindahkan.


"Prabowo, Prabowo," teriak beberapa orang yang disambut desisan tanda agar mereka diam dan teriakan kemudian diganti takbir.

"Presiden," teriak beberapa orang yang tidak mengindahkan peringatan.

Tidak hanya itu, setelah Prabowo sudah meninggalkan Masjid, ternyata beberapa orang justru berpose salam dua jari, khas Prabowo-Sandiaga Uno di samping masjid.


Meski demikian, baik Prabowo maupun kader Gerindra yang hadir sama sekali tidak membawa atribut politik termasuk seragam. Mereka mengenakan pakaian putih tanpa logo partai.

Sementara itu Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Subhki mengatakan belum mendapatkan laporan soal peristiwa itu. Perlu ada klarifikasi dan itu ditangani Bawaslu Kota Semarang.

"Cuma kalau melanggar apa tidak saya belum tahu, karena saya belum dapat informasi yang detail nanti coba saya tanyakan dulu kita lihat dulu siapa yang teriak, kalau ternyata yang teriak wartawan kan tidak bisa. Jadi harus kita cek, klarifikasi," kata Fajar.


Saksikan juga video 'Teriakan 'Prabowo Presiden' Usai Salat Jumat di Semarang':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini. (alg/sip)