DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 18:41 WIB

Jika Tak Minta Maaf ke Mbah Moen, Fadli Akan Dipolisikan oleh PBNU

Ristu Hanafi - detikNews
Jika Tak Minta Maaf ke Mbah Moen, Fadli Akan Dipolisikan oleh PBNU Helmy dan Said Aqil (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan sikap marah besar terhadap Fadli Zon atas puisi 'Doa yang Ditukar'. PBNU mengancam akan menempuh jalur hukum jika Fadli tidak meminta maaf langsung kepada KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

"Langkah hukum sedang disiapkan," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, kepada wartawan di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, DIY, Jumat (15/2/2019).

Upaya hukum akan ditempuh jika Fadli tidak secepatnya meminta maaf langsung kepada Mbah Moen. PBNU pun mengultimatum Fadli.


"Tapi kami menunggu sebagai budaya timur, kalau dia minta maaf kepada Mbah Maimoen nanti kita komunikasi ke keluarga, secepat-cepatnya harus minta maaf. Kami harapkan Fadli Zon datang langsung ke Mbah Moen untuk menyampaikan permohonan maaf, kita minta Fadli Zon segera minta maaf," tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj, menegaskan NU marah besar terhadap Fadli Zon yang menciptakan puisi 'Doa yang Ditukar'. PBNU menyebut puisi Fadli sengaja untuk melecehkan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

"NU marah, NU marah, Kiai Maimoen dilecehkan," tandas Said.


Said menilai Fadli tidak mencerminkan sebagai orang yang beradab dan berakhlak. Said menyebut sebagai orang yang lebih muda, Fadli seharusnya menghormati orang tua. Apalagi Mbah Moen merupakan tokoh ulama sepuh.

"Kiai Maimoen kiai sepuh, udah 94 tahun usianya. Allah itu menghormati orang yang usianya sudah lebih dari 80 tahun, sudah di pangkuan Tuhan itu namanya. Tapi ada seorang manusia, masih muda, melecehkan orang tua, seperti apa coba, orang itu beradab apa tidak," kata Said.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed