Pembuat Pamflet Salat Jumat Bersama Prabowo Angkat Bicara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 14 Feb 2019 22:39 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pamflet ajakan Salat Jumat berjamaah bersama Capres Prabowo Subianto di Masjid Agung Kauman Semarang beredar di media sosial dan menuai keberatan dari takmir Masjid. Pembuat Pamflet pun angkat bicara.

Pembuatnya adalah Milenial Terdepan Prabowo Sandi (Mantaps) Jawa Tengah dan diposting di akun instagram mereka. Tulisannya yaitu Hadiri! Shalat Jumat Bersama Prabowo Subianto. Jumat, 15 Februari 2019, Mesjid Kauman, Semarang.

Helda Alvi, Koordinator Nasional Mantaps mengatakan pihaknya membuat tersebut untuk diposting di akun media sosial. Ia pun membantah jika mencetak dan menyebarkannya.

"Dari kita sendiri di ID Mantaps Jateng kita sendiri yang bikin dan ngepost. Asal muasalnya ya kita reflek semangat sambut bapak (Prabowo) yang datang ke Semarang," kata Alvi di Hans Kopi Veteran Semarang, Kamis (14/2/2019) malam.
se

Alvi menyayangkan sempat tersiar kabar terkait pamflet ajakan yang ditempel di masjid dan kampus. Pihaknya langsung mencoba mencari ke beberapa kampus dan masjid yang hasilnya ternyata nihil.

"Sejauh seharian muter tidak temukan yang tempel masjid dan kampus. Berita yang dilebarkan yang ditambahin, kita tidak tahu," pungkasnya.

"Di kampus tidak ada, kalau ada bukan kami," imbuh Zulkifli
Selaku Presidium Milenial Anti Pencitraan/ Milenial Jateng, Wakil Ketua Mantaps Semarang, Rian D Subagio menambahkan, tujuan pembuatan pamflet ajakan salat berjamaah bersama Prabowo itu tidak ada unsur politis. Menurutnya itu murni ajakan ibadah.

"Kami ingin ajak masyarakat untuk bisa salat Jumat bareng. Syukur-syukur bisa berdoa bareng agar beliau sukses di Pemilu," ujar Rian.

Ia menjelaskan, bagi pendukung dan penggemar Prabowo, kedatangan Capres nomor 02 itu sangat dinanti sehingga pihaknya berpikiran membuat pamflet agar para pendukung tahu.

"Dulu waktu Pilgub hanya sedikit datang, sekarang sudah Capres, ada kesenangan sediri bagi warga Jateng dan kami relawan yang menangkap aspirasi masyarakat sangat senang, maka kita buat pamflet untuk salat Jumat bareng," jelasnya.

Meski demikian, postingan pamflet itu sudah tidak terlihat di akun instagram @mantapsjateng. Menurut Alvi, pamflet itu dihapus untuk menjaga situasi.

"Instruksi dari pusat, dihapus, supaya tidak semakin gaduh," jelas Alvi.

Diberitakan sebelumnya takmir Masjid Kauman Semarang keberatan dengan adanya pamflet ajakan yang tersebar di medsos serta spanduk selamat datang dan poster capres cawapres nomor 02 di dekat Masjid Kauman.

Pihak masjid tidak melarang Prabowo untuk Salat Jumat, hanya saja khawatir pamflet dan spanduk itu membuat masjid seolah menjadi tempat berpolitik. Saat ini selain postingan pamflet dihapus, spanduk dan poster di dekat Masjid Kauman sudah dicabut. (alg/bgs)