Sarkem Fest, Upaya Mengubah Wajah di Jantung Kota Yogyakarta

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 14 Feb 2019 18:45 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Masyarakat Yogyakarta pasti tak asing dengan nama Pasar Kembang, atau yang akrab di telinga dengan sebutan Sarkem. Wilayah yang berdempetan dengan Jalan Malioboro dan Stasiun KA Tugu Yogyakarta.

Kawasan itu terkenal sebagai tempat prostitusi. Letaknya di salah satu gang kecil di Jl Pasar Kembang, masuk wilayah kecamatan Gedong Tengen.

Namun kini masyarakat dan pemerintah setempat mulai mencoba mengubah wajah Sarkem. Salah satu di antaranya dengan mengadakan Sarkem Fest untuk pertama kalinya pada tahun ini. Event kesenian dan kebudayaan yang merupakan bagian dari 'Jogja Heboh' ini digelar sore hingga malam nanti.

Salah satu panitia Sarkem Fest, Ray Rachel Saraswati, mengatakan ada beberapa pertunjukan kesenian di Sarkem Fest. Salah satu di antaranya pertunjukan barongsai dan atraksi pasukan bergada di Jalan Sarkem Yogyakarta. Selain itu juga ada pementasan teater di gang Sarkem.
Sarkem Fest, Upaya Mengubah Wajah di Jantung Kota YogyakartaFoto: Usman Hadi/detikcom

"Jadi ini memang tujuannya nguri-nguri sejarah Kota Yogyakarta, nguri-nguri kebudayaan. Pertunjukannya ada barongsai, pasukan bergada. Untuk di Gang Sarkem akan ada performance art berupa tarian dan pameran karya lukis," ucap Rachel kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Rachel berharap dengan digelarnya Sarkem Fest image Sarkem berubah. Namun dia juga berharap masyarakat luas bisa menerima Sarkem sebagai bagian dari sejarah Kota Yogyakarta, dalam hal keterkaitannya dengan pembangunan jalur rel kereta api di Kota Gudeg ini.

"Harapannya dengan adanya acara Sarkem Fest ini bisa meningkatkan perekonomian Kota Yogyakarta dari sektor pariwisata. Untuk Sarkem Fest ini hanya dilangsungkan hari ini saja, karena ternyata nutup jalan. Hanya hari ini tapi padat acaranya berakhir jam 22.00 WIB," katanya.

Sarkem Fest sendiri merupakan salah satu rangkaian Jogja Heboh, sebuah event yang diinsiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD DIY dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY.

Jogja Heboh berlangsung pada 1-28 Februari 2019. Event ini menghadirkan berbagai atraksi budaya dan promo wisata, seperti fashion, belanja, kuliner, hotel, budaya, berwisata, olahraga dan sebagainya. Juga ada merchant-merchant menarik yang disediakan di ajang ini.

Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Mirwan Syamsudin Syukur mengatakan melalui forum Jogja Heboh pihaknya ingin mengubah wajah Sarkem buat masyarakat luar. Hingga akhirnya diadakan Sarkem Fest yang diisi dengan berbagai pentas kesenian dan kebudayaan.

"Selama ini Sarkem itu kan selalu dikonotasikan negatif. Pada forum Jogja Heboh kali ini kenegatifan itu mulai kita ubah untuk menjadi positif. Bahwa di dalam pasar kembang itu ada hal-hal yang bersifat kebudayaan dan kesenian," ungkapnya.

"Ya kita melihat bahwa ini merupakan salah satu destinasi wisata, bangunan-bangunan lama dulu juga masih kita pertahankan. Kedua, kita mencoba untuk mengalihkan di seputaran Sarkem Fest itu untuk produktif secara ekonomi di luar hal-hal yang mereka lakukan selama ini," tutupnya. (bgk/bgs)