DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 08:40 WIB

Petani Subkhan dan Saling Tuding Timses soal Sandiwara Kampanye

Imam Suripto, Sukma Indah Permana - detikNews
Petani Subkhan dan Saling Tuding Timses soal Sandiwara Kampanye Moh Subkhan, petani dari Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Yogyakarta - Nama Subhkan ramai dibicarakan setelah Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno memposting videonya curhat sambil menangis. Sejumlah pihak di antaranya kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin menyebutnya sandiwara.

"Sudah kuduga akan ada sandiwara-sandiwara lanjutan ha ha," ungkap Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, kepada wartawan, Selasa (12/2).

Irma pun mengurai sejumlah peristiwa yang dinilai sebagai 'Sandiwara Uno'. Mulai dari poster penolakan di pasar hingga warga yang rumahnya terkena banjir di Makassar.

Foto dan profilnya sebagai mantan Komisioner KPU Brebes juga beredar di media sosial.

KPU RI sudah mengkonfirmasi soal hal ini kepada KPU Jawa Tengah. Diketahui bahwa Subhan memang pernah menjadi komisioner KPU Brebes tapi kini sudah tidak lagi.

"Setelah kami lakukan konfirmasi kepada KPU Jateng, beliau adalah mantan anggota KPU periode lalu. Jadi bukan anggota KPU periode ini," kata anggota Komisioner KPU RI, Ilham Saputra, saat dimintai konfirmasi, Selasa (12/2).

Diwawancara di Brebes, Subkhan membantah tuduhan-tuduhan itu.

"Saya bukan tim sukses capres manapun. Saat ini saya adalah petani. Saya selalu hadir karena ingin memperjuangkan nasib petani bawang," ujar Subkhan saat diwawancara di Brebes, Selasa (12/2).

Orang tua Subkhan, H Abdul Khalim dan Saripah merupakan petani tulen. Selain menanam bawang, kedua orang tuanya ini juga menanam tebu.

Darah petani orang tua mengalir pada diri Subkhan. Meski aktif dalam pergerakan, namun tidak meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani. Termasuk saat menjadi Komisioner KPU Brebes, dia juga tetap meluangkan waktu mengurusi tanaman bawangnya.

Setelah masa jabatan sebagai anggota KPU Brebes berakhir pada Oktober 2018, Subkhan makin intens memperjuangkan nasib petani. Saat tahun politik seperti saat ini, Subkhan selalu hadir dalam acara kampanye untuk memperjuangkan aspirasi petani bawang.

Tidak hanya kampanye Pilpres, bila ada caleg yang berkampanye Subkhan juga selalu hadir. Alasannya ingin menitipkan nasib petani bawang kepada siapapun politisi yang memang serius ingin memperjuangjan kehidupan petani.

Dia menyebut, beberapa acara kampanye caleg yang pernah dihadirinya adalah udirman Said (Gerindra), Paramitha Widya Kusuma (PDIP), Zubad (PKB) dan lain lainnya.

Keesokan harinya, muncul foto yang menampilkan surat permintaan maaf atas nama Subkhan. Dalam surat tersebut tertulis Subkhan meminta maaf dan mengaku berbohong, bersandiwara atas pemintaan timses.

Berikut isi suratnya:

Dengan sadar menyatakan, saya Moh Subkhan, S.Si beralamat di Tegalglagah, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Melalui surat terbuka ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan masyarakat Kabupaten Brebes.

Selaku Mantan Komisioner KPU Brebes Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilihan dan Hubungan Antar Lembaga, saya merasa bersalah telah melakukan kebohongan di depan Cawapres Nomor urut 02 Sandiaga Uno ketika kampanye di Brebes. Apa yang saya lakukan hanya menjalankan skenario sesuai arahan tim sukses.

Demikian surat pernyataan permohonan maaf terbuka saya buat dengan sadar, benar dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Di bagian bawah pojok kanan surat terbuka tersebut tercantum nama Moh Subkhan yang ditandatangani di atas materai Rp6000.

Subkhan membantah dan menyebut surat itu sebagai fitnah keji.

"Itu fitnah, demi Allah saya tidak pernah membuat surat itu. Fitnah keji itu. Sekali lagi saya bersumpah tidak pernah membuat dan menandatangani surat pernyataan itu," tegas Subkhan saat ditemui wartawan di Brebes, Rabu (13/2).

Kepada awak media, Subkhan bahkan menunjukkan tandatangan asli yang tertera di KTP elektronik dan SIM. Menurutnya tandatangan yang tertera dalam surat permintaan maaf itu berbeda dengan yang di KTP maupun SIM miliknya.

Tak berhenti dengan bantahan, Subkhan berencana akan membawa masalah surat ini ke ranah hukum. Menurut Subkhan, surat ini telah mencemarkan nama baiknya.

"Saya akan menempuh jalur hukum terhadap orang yang membuat surat palsu tersebut. Akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak berwenang untuk mengurus masalah ini," kata Subkhan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed