DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 21:23 WIB

Canda Prabowo, Tangan Orang Banyumasan Keras-keras

Uje Hartono - detikNews
Canda Prabowo, Tangan Orang Banyumasan Keras-keras Prabowo di Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto hari ini mengunjungi Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara, Jawa Tengah untuk menemui para pendukungnya. Ia mengaku terkesan dengan orang-orang Banyumasan yang tangannya keras-keras.

Kenapa tangan orang Banyumas keras-keras? Hal itu terungkap ketika massa pendukungnya ingin berjabat tangan atau bersalaman dengan dirinya.

Prabowo meminta maaf tidak bisa memberi tangan untuk bersalaman satu persatu. Selain karena tidak memungkinkan karena banyak orang, ia menyebut tangan warga terlalu keras.

"Saya mengerti emak-emak sekalian, istilahnya saudara mau menghormati saya, maaf tidak bisa kasih tangan kepada kalian semua, terus terang saja karena tidak memungkinkan, juga karena tangan kalian terlalu keras," canda Prabowo di hadapan pendukungnya di Desa Wanadadi, Banjarnegara Rabu (13/2/2019).

"Ini saya lihat daerah sini, Purbalingga, ini kayaknya daerah Banyumasan, Banjarnegara termasuk daerah Banyumasan?," tanya Prabowo.

"Betul," jawab para pendukungnya serempak.

"Pantesan tangannya keras-keras, minta ampun. Kau kasih tangan, tangan aku yang kesakitan. Rupanya ini memang banyak petani," tambahnya.

Dalam pertemuan itu ia mengajak para pendukung untuk membuat gerakan bola salju. Caranya, satu pendukung meyakinkan minimal 15 orang yang ada di sekitar lingkungannya.

"Yang hadir di sini untuk meyakinkan minimal 15 orang yang ada di lingkungan masing-masing. Seperti besan, ipar, sepupu dan yang lainnya," kata dia.

Dari 15 orang tersebut lanjutnya kembali meyakinkan 15 orang lagi hingga tanggal pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Ia mengajak untuk membuat gerakan bola salju atau gerakan rakyat.

"Karena gerakan rakyat ini tidak bisa dibeli. Makanya, kita harus meyakinkan minimal 15 orang sampai tanggal 17 April mendatang," lanjutnya.

Ia menegaskan, bukan pertemuan saat ini yang penting. Akan tetapi, gerakan dari kader partai, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk meyakinkan lingkungan hingga tanggal 17 April mendatang.

"Yang penting tokoh agama, tokoh masyarakat kader partai. Kita perlu suatu ikhtiar untuk meyakinkan lingkungan kita, kerabat-kerabat kita untuk tanggal 17 April berondong-bondong ke TPS," tuturnya.

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed