DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 10:35 WIB

Bantal Susun, Situs Petirtaan Kuno di Lembah Gunung Ungaran

Aji Kusuma - detikNews
Bantal Susun, Situs Petirtaan Kuno di Lembah Gunung Ungaran Foto: Aji Kusuma/detikcom
Semarang - Kawasan lembah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah menyimpan banyak situs purbakala. Berbagai reruntuhan candi masa Hindu kuno pada abad IX Masehi ditemukan di berbagai tempat di lembah Gunung Ungaran. Salah satunya yang baru saja ditemukan di Desa Randugunting, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Ihwal penemuan situs ini bermula dari informasi masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Budaya (KPB) Randugunting. Melalui kegiatan observasi lingkungan, KPB seringkali menjadi pelopor penemuan situs-situs baru yang berada di sekitar Kecamatan Bergas, khususnya wilayah Randugunting.

Di tempat itu ditemukan reruntuhan batu candi yang diduga merupakan bekas petirtaan kuno. Petirtaan ini dulunya merupakan bekas pemandian suci di era Hindu kuno.

Keberadaan situs ini sebenarnya sudah cukup lama diketahui masyarakat Randugunting. Situs yang berupa reruntuhan batu-batu candi itu berada di bawah rerimbunan pohon bambu yang tumbuh subur di tepian sungai di Desa Randugunting Kecamatan Bergas. Sebelumnya situs tersebut tak begitu dihiraukan masyarakat setempat.
Bantal Susun, Situs Petirtaan Kuno di Lembah Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/detikcom

"Kebanyakan masyarakat hanya sebatas tahu bahwa di lokasi itu ada bekas candi saja belum tahu kalau ternyata petirtaan. Bahkan, mereka kerap takut kesini karena daerah ini dianggap wingit," jelas Sistiyoko yang merupakan anggota Komunitas Pecinta Budaya (KPB) Randugunting kepada detikcom, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya masyarakat Randugunting menyebut situs yang baru saja didata oleh Pamong Budaya Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang tersebut dengan sebutan situs Bantal Susun.

"Bentuk permukaan petirtaan yang tampak, memang mirip susunan bantal, sehingga oleh masyarakat setempat, situs ini dikenal dengan nama bantal susun. Baru setelah proses pengkajian dan pendataan, diketahui bahwa tempat ini adalah situs petirtaan," imbuh Tri Subekso, anggota Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang.

Tri Subekso tak menampik adanya kemungkinan penemuan situs baru di Kabupaten Semarang. Sebab struktur tanah berlembah di sebagian wilayah Kabupaten Semarang, sangat dekat dengan pola masyarakat pada era Jawa kuno saat membangun permukiman.

"Penemuan ini bukan yang pertama, sebelumnya pernah ditemukan koin emas, tempat sirih, dan tak jauh dari sini juga ada lumpang yang terbuat dari batu. Nah inilah yang menjadi penanda dan menarik diteliti terkait adanya peradaban Jawa kuno atau era 7-10 masehi disini," jelas Tri Subekso.

Ia mengatakan watu lumpang yang baru saja diekskavasi dari dasar sungai sebenarnya berhadapan dengan posisi petirtaan bantal susun. Namun akibat hujan deras mengakibatkan arus sungai meluap maka Pamong Budaya dan KPB berinisiatif mengangkat watu lumpang ke lokasi yang lebih tinggi.

"Semula berhadapan, tapi tiap kali hujan letaknya bergeser. Kami takut jika terbawa arus akan semakin jauh, setelah kami tentukan koordinat awal kemudian kami pindah ke lokasi yang lebih aman," ujar Tri Subekso.
Bantal Susun, Situs Petirtaan Kuno di Lembah Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/detikcom

Tri Subekso menjelaskan, pihaknya dan KPB selalu membangun koordinasi dengan BPCB Jateng. Baik melaporkan setiap pantauan rutin atau jika hendak melakukan tindakan yang berkaitan dengan benda-benda budaya.

"Kami terus menjalin koordinasi dengan BPCB Jateng, hal ini supaya setiap kegiatan yang kami lakukan diketahui oleh pihak yang berwenang sebagai penanggung jawab cagar budaya di Indonesia. Kami juga sedang mengajukan agenda edukasi budaya di Randugunting kepada masyarakat umum. Semoga mendapat respon positif dari BPCB mengingat manfaat kegiatan yang kami ajukan ini sangat dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan tak jauh dari lokasi petirtaan Bantal Susun, sudah lama juga ditemukan petirtaan dan Candi. Candi tersebut bernama Candi Ngempon yang masih berada di wilayah Kecamatan Bergas dan berjarak kurang dari 10 kilometer dari petirtaan Bantal Susun.

"Candi Ngempon sudah lebih lama ditemukan, bahkan sekarang sudah bisa dinikmati keberadaanya sebagai tempat wisata. Perbedaannya kalau disana petirtaanya air panas yang mengandung belerang, sedangkan disini sepertinya tidak," tandas Tri Subekso.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed