DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 19:15 WIB

Ketua PA 212 ke Penyidik: Pelanggaran Juga Terjadi di Kampanye Jokowi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ketua PA 212 ke Penyidik: Pelanggaran Juga Terjadi di Kampanye Jokowi Ketua PA 212, Slamet Ma'arif di Polresta Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif meminta kepolisian adil dalam menangani kasusnya. Dia mengaku mengingatkan penyidik bahwa pelanggaran juga terjadi pada kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Tadi saya ingatkan di akhir (pemeriksaan) kepada penyidik bahwa kasus pelanggaran kampanye karena masalah belum adanya jadwal kampanye, itu kan pernah terjadi di kampanye Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin," katanya usai diperiksa di Mapolresta Surakarta, Kamis (7/2/2019).

Slamet mengatakan kasus Jokowi itu kemudian dihentikan dengan alasan belum adanya jadwal resmi dari KPU. Dia juga menyebut bahwa kasus PSI pun diberhentikan karena alasan serupa. Namun dia tak memaparkan kasus mana yang dimaksudnya.

"Kemudian diberhentikan karena belum ada jadwal resmi pengaturan waktu dan tempat kampanye. Kemudian PSI juga sama di-SP3-kan oleh Bareskrim karena belum ada jadwal tempat waktu kampanye resmi dari KPU," ujarnya.

Hal tersebut, kata Slamet, diharapkan dapat menjadi pertimbangan tim penyidik Polresta Surakarta. Dia ingin mendapatkan penindakan hukum secara adil.


"Saya sampaikan itu untuk jadi pertimbangan penyidik. Artinya hukum harus adil, harus sama dengan yang lain," tutupnya.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan akan ada sekitar 11 saksi yang akan diperiksa. Sedangkan hari ini ada tiga orang saksi yang sudah diperiksa.

Dia berjanji akan memproses kasus ini secara profesional. Penyidikan diharapkan dapat selesai sebelum 14 hari kerja.


"Biarkan penyidik bekerja, kami akan memproses dengan profesional, transparan dan akuntabel. Kami diberi waktu maksimal 14 hari," katanya.

Slamet Ma'arif diduga melanggar Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye.

Dugaan pelanggaran dilakukan saat dia menjadi pembicara dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed