Polisi Kantongi Ciri dan Pola pelaku Pembakaran di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 04 Feb 2019 21:18 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Peristiwa pembakaran kendaraan disebut berawal dari Kabupaten Kendal pada akhir Desember tahun 2018 kemudian merambat ke Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Polisi masih terus melakukan penyelidikan. Sampai saat ini ada beberapa ciri pelaku terlihat.

Dari 17 kejadian di Kota Semarang baik pembakaran maupun percobaan pembakaran, ada dua lokasi yang terekam CCTV. Lokasi tersebut berada di Banyumanik dan Menoreh. Namun hasil CCTV tidak jelas sehingga hanya beberapa ciri yang bisa terindikasi.

Di Banyumanik, dalam CCTV terlihat ciri pelaku bertubuh gempal, jaket semacam kulit warna gelap, celana dan alas kaki slop warna terang, helm half face, mengendarai motor bebek.

"TKP di Tambakaji Ngaliyan, dari keterangan saksi Siti pelaku 2 orang, salah satunya memiliki kesamaan ciri," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, dalam pertemuan dengan pemangku wilayah di Kota Semarang yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Senin (4/2/2019).

Terkait modus operandi dan pola waktunya sama yaitu antara pukul 02.00 sampai 05.00 WIB. Sedangkan modusnya melempar kain yang dilumuri minyak, melempar plastik berisi BBM, melempar botol air mineral ukuran 600 ml berisi BBm, dan menggunakan korek api kayu.

Dalam pertemuan di Taman Budaya Raden Saleh itu turut hadir Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi , Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

"Yang disasar menengah ke bawah yg fasilitas untuk amankan motor dan mobil ya tidak terprotek dengan baik, mungkin ada yang di depan ada yang garasi dekat jalan," kata Condro.

Kapolda mengatakan pihaknya menurunkan 450 personil untuk membantu pengungkapan dan antisipasi kasus tersebut. Selain itu ia berharap masyarakat juga ikut turut andil menggiatkan siskamling.

"Oleh karenanya Polda Jateng berikan backup 450 personel BKO-kan, dengan Kasatgas Dir Krimum," tandas Kapolda.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Lurah dan Camat se-Kota Semarang itu ada rekomendasi yang dikeluarkan dalam pertemuan tersebut untuk menjaga keamanan perihal mencegah aksi pembakaran yang marak yaitu menggiatkan siskamling, pemasangan portal, tiap RT memiliki alat pemadam api, menerapkan one gate system diatas jam 00.00 WIB, pemasangan CCTV, mempercepat proses penerbitan perda CCTV terintegrasi dengan Polri, TNI, Damkar, Basarnas, Dinas Kesehatan, Dishub, Dinsos, dan DLLAJR. Terakhir yaitu melaksanakan rapart Kominda secara continue.

"Yang paling penting keterlibatan masyarakat untuk jaga wilayahnya. Tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu siskamling, portal, dan CCTV," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (alg/bgs)