PDIP Bantah Terlibat Ricuh dan Aksi Lempar Batu Masjid Jogokariyan

Usman Hadi - detikNews
Senin, 28 Jan 2019 16:59 WIB
Kepala DPD PDIP DIY, Bambang Praswanto dan Sekretaris DPD PDIP DIY, Yuni Satia Rahayu saat jumpa pers. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah telah melempari batu Masjid Jogokariyan Yogyakarta kemarin sore. PDIP menegaskan bahwa informasi tersebut keliru.

"Kita tidak pernah menyerbu yang namanya Masjid Jogokariyan," jelas Sekretaris DPD PDIP DIY, Yuni Satia Rahayu dalam konferensi pers di Kantor DPD, Jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta, Senin (28/1/2019).

"(Informasi) bahwa ada penyerbuan ke masjid itu hoaks. Karena kita tahu semua yang namanya PDI Perjuangan dengan yang baju hijau di situ itu sudah lama permasalahannya," lanjutnya.

Yuni tak menampik adanya kericuhan antara massa saat konvoi berlangsung di Jalan Jogokariyan.


Sementara kericuhan yang terjadi di Jogokariyan, lanjut Yuni, lebih disebabkan karena rentetan konflik berkepanjangan antara simpatisan parpol yang berbeda ini. Akhirnya kericuhan tersebut tak terelakkan.

"Kedua, (kasus) Jogokariyan kawan-kawan ini kan sudah dapat izin dari Polda untuk pelaksanaan kegiatan kemarin. Tetapi peran polisi di mana? Kenapa masih banyak anak-anak kita yang kemudian jadi korban," tuturnya.


Sementara Kepala DPD PDIP DIY, Bambang Praswanto, menjelaskan bahwa insiden kericuhan yang terjadi di beberapa titik di Yogyakarta kemarin diwarnai dengan aksi provokasi.

"Misalnya diceritakan Pak Jokowi mau datang (di acara deklarasi) dan sebagainya, itu kan provokasi. Sehingga orang berbondong-bondong minta kaos kepada kami supaya bisa ke Mandala Krida," tutupnya.





Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu (ush/sip)