Menristekdikti Baca Puisi di Pameran Lukisan yang Digagas Gus Mus

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 26 Jan 2019 22:20 WIB
Mahfud Md, M Nasir dan Susi melihat pameran (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang - Menristekdikti, Mohamad Nasir, menghadiri pembukaan pameran lukisan di OHD Museum Magelang. Dia bahkan menyempatkan diri membaca puisi di ajang pameran yang diinisiasi ulama kenamaan yang juga penyair sekaligus pelukis, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

"Saya datang ari Jakarta hanya satu tujuan, ingin mendengarkan masalah seni dan budaya di sini. Hanya ingin mengapresiasi bidang seni dan budaya," ujar Nasir saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan pameran seni rupa di OHD Museum, Kota Magelang, Sabtu (26/1/2019).

Di acara pembukaan, Nasir membaca puisi karya Gus Mus, 'Lalu Aku Harus Bagaimana' yang diakuiya sebagai puisi yang paling dia senangi. "Kalau salah, tolong dibetulkan Gus Mus," tutur Nasir.
Menristekdikti Baca Puisi di Pameran Lukisan yang Digagas Gus MusM Nasir membacakan puisi karya Gus Mus (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Mengambil tema 'Manusia dan Kemanusiaan' pameran tersebut dibuka oleh pakar hukum tata negara, Mahfud Md. Pameran akan berlangsung hingga 15 April mendatang. Acara itu digagas oleh Gus Mus dan kemudian dikurasi Suwarno Wisetrotomo.

Selain dihadiri M Nasir, acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI M Effendi, serta Gus Mus.


Kurator Suwarno Wisetrotomo mengatakan, lukisan-lukisan yang ditampilkan adalah karya maestro yang sudah wafat maupun yang masih berkarya. Di antaranya adalah karya Joko Susilo, Kwee En Cong, Gunawan Mohamad, Nasirun, Butet Kartaredjasa, Dolorosa Sinaga, Ong Harry Wahyu, Fransisca F, Jitet Kustana dan Handoyo Sumodiharjo dan Gus Mus.
Menristekdikti Baca Puisi di Pameran Lukisan yang Digagas Gus MusPara tamu undangan yang hadir (Foto: Eko Susanto/detikcom)

"Kemudian koleksi OHD Museum antara lain kami pilih sangat-sangat selektif, yang dirasa sesuai dengan tema. Mereka adalah karya-karya lukisan Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan, Sudibyo, Widayat, Dadang Kristanto dan lukisan Sigit Santoso koleksi saudara Butet Kartaredjasa," tuturnya.


Pemilik OHD Museum, Oei Hong Djien, mengatakan, OHD menambahkan, pameran tersebut digagas oleh Gus Mus dengan berbagai pertimbangan. "Yang sekarang karya-karyanya (yang dipamerkan) masterpiecenya di OHD Museum," ujarnya.
Menristekdikti Baca Puisi di Pameran Lukisan yang Digagas Gus MusGus Mus bersama seniman Sutanto Mendut (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Sementara itu, Gus Mus mengatakan ide membuat pameran adalah timbulnya keresahan bersama tentang kemanusiaan. Para perupa itu intens berbincang tentang kondisi bukan hanya Indonesia, tapi di dunia. Banyak manusia yang sudah tercerabut kemanusiannya.

"Ini manusia menjadi memprihatinkan, lebih memprihatinkan lagi justru kita melihat agama yang mustinya mendekatkan manusia kepada Tuhan, justru akhir-akhir ini menjauhkan manusia dari Tuhannya, bahkan dari dirinya sendiri," kata dia.


"Jadi ini bermula dari keresahan seniman-seniman itu, seniman itu kan paling sensitif melihat kondisi seperti ini. Cara mereka untuk prihatin dengan mengadakan pameran seperti ini. Siapa tahu ada yang tertarik, ada yang masih tertarik, keindahan-keindahan kesenian," lanjutnya. (mbr/mbr)