DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 18:09 WIB

Duh, Game Online Jadi Penyebab Cerai di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Duh, Game Online Jadi Penyebab Cerai di Semarang Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Semarang - Pengadilan Agama Semarang mengungkap perkara perceraian selama 2018 di wilayah ini cukup tinggi. Ada beberapa penyebab, di antaranya faktor media sosial dan game online.

Dari data Pengadilan Agama Kota Semarang, penyebab perceraian terbanyak tahun 2018 yaitu perselisihan dengan jumlah kasus 1.593 perkara, diikuti dengan meninggalkan satu pihak sebanyak 622 perkara, perekonomian 466 perkara, dan penyebab lainnya.

Dari penyebab perselisihan itulah ada yang perselisihannya diakibatkan karena media sosial, chatting, hingga game online. Panitera Muda Hukum Pengadilan Negeri Agama Kota Semarang, Tazkiyaturrobihah mengatakan membenarkan hal itu.

"Iya memang ada. Contoh karena media sosial kemudian terjadi perselisihan, dapat chatting dari pihak lain muncul cemburu," kata Tazki di kantornya, Rabu (24/1/2019).


Terkait game online, Tazki juga tidak membantah bahkan saat ini ada yang masih proses banding. Dalam perkara itu suami dinilai terlalu fokus dengan gamenya.

"Suaminya bilang itu hanya hiburan. Diajak ke rumah saudara main handphone terus, istri geregetan. Versi istrinya dia judi online," jelasnya.

Penyebab perselisihan biasanya sudah dimediasi oleh keluarga masing-masing namun tidak mendapat titik temu sehingga muncul permohonan perceraian di pengadilan agama.

"Perselisihan itu biasanya yang sudah tidak bisa didamaikan keluarga, sudah mentok," katanya.

Untuk diketahui, selama tahun 2018 perkara cerai yang diterima Pengadilan Agama Kota Semarang mencapai 862 perkara cerai talak atau suami yang mengajukan dan 2.343 cerai gugat atau yang mengajukan pihak istri. Sedangkan bulan Januari ini saja sudah ada 268 permohonan.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed