DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 17:40 WIB

Di Semarang, Banyak Pasangan Muda Cerai Karena Ditinggal Suami

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Di Semarang, Banyak Pasangan Muda Cerai Karena Ditinggal Suami (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Semarang - Jumlah perceraian di Kota Semarang ternyata cukup tinggi. Kasus perempuan yang menjadi janda muda pun tidak sedikit dengan latar belakang masalah yang berbeda.

Selama tahun 2018 perkara cerai yang diterima Pengadilan Agama Kota Semarang mencapai 862 perkara cerai talak atau suami yang mengajukan dan 2.343 cerai gugat atau yang mengajukan pihak istri.

"Yang sudah putusan ada 3.661 perkara, itu termasuk yang 2017 belum putus. Yang ditolak ada 28 perkara, dicabut, 330 perkara, dan gugur 66 pemohon," kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Negeri Agama Semarang, Tazkiyaturrobihah, Rabu (24/1/2019).


Penyebab perceraian meliputi banyak kategori seperti perselingkuhan, mabuk, narkoba, judi, KDRT, ekonomi dan lain-lainnya. Yang paling banyak yaitu terkait perselisihan yang mencapai 1.593 perkara.

Terkait usia, ternyata memang sudah berusia dewasa, meski demikian tidak sedikit wanita yang menjadi janda muda di Kota Semarang. Tazki menjelaskan, rata-rata janda muda itu perkaranya ditinggal suami. "Iya (janda muda) cerai gugat, suaminya hilang, ghoib," ujarnya.

Beberapa contoh usia menjanda karena ditinggal suami yaitu mulai dari istri 24 tahun dan suami 25 tahun, kemudian istri 28 tahun suami 31 tahun, kemudian istri 30 tahun dan suami 32 tahun.

Namun ada juga perempuan lebih muda yaitu 20 tahun yang sudah pisah dengan suaminya. Namun perkaranya bukan ditinggal suami melainkan belum bisa membina keluarga karena suami juga berusia muda. "Usia 19 atau 20 itu juga ada," kata Tazki.


Terkait perceraian dengan usia sangat muda, biasanya pasangan tersebut sebelumnya mengajukan dispensasi saat menikah karena usia belum cukup. Rata-rata usia laki-laki yang mengajukan dispensasi 18 tahun sedangkan perempuan 15 tahun.

"Tahun 2018 permohonan dispensasi yang masuk 91 permohonan dan yang sudah putus ada 88," pungkasnya.

Kantor Perngadilan Negeri Agama memang cukup banyak menerima permohonan perceraian. Bahkan bulan Januari ini saja sudah ada 268 permohonan. Sedangkan persidangan di sana tidak hanya urusan cerai tapi juga yang lainnya.

"Bulan ini sampai hari ini ang cerai talak ada 66, cerai gugat ada 202," tutup Tazki.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed