ADVERTISEMENT

Cerita Warga Karimunjawa yang Butuh Layanan Kesehatan

Wikha Setiawan - detikNews
Kamis, 24 Jan 2019 16:15 WIB
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Karimunjawa merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Jepara. Letak pulau itu berada di sebelah utara Jepara di perairan Laut Jawa.

Fasilitas pelayanan kesehatan di Karimunjawa hanya ada puskesmas. Tidak ada rumah sakit. Bila ada warga yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit sebagian besar ke Jepara. Mereka harus menyeberang laut terlebih dahulu menggunakan kapal.

Seperti halnya yang dialami, David Mahendra (19), warga Karimunjawa harus dirujuk ke RSUD Kartini Jepara karena sakit tipes dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebelumnya, dia dirawat selama 4 hari di Puskesmas Karimunjawa.

Dari Karimunjawa, David dirujuk ke RSUD Kartini. Perjalanan laut membutuhkan waktu lebih dari 2 jam menggunakan kapal umum, Express Bahari. Sesampainya di rumah sakit, David langsung mendapat perawatan di ruang IGD sambil menunggu kamar.

Suhartati, ibu David menceritakan bahwa empat hari lalu anaknya mengalami demam dan tidak bisa beraktifitas. Akhirnya harus opname dan kemudian dirujuk ke Jepara.

"Sudah empat hari di puskesmas tapi tidak ada perubahan, bahkan kondisi kesehatan terus menurun. Kata dokternya dia sakit tepus dan demam berdarah," ujarnya kepada detikcom di RSUD Kartini, Kamis (24/1/2019)

Menurutnya, jarak tempuh Karimunjawa-Jepara cukup lama. Sehingga sangat berisiko bagi pasien atau warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Tadi di kapal anak saya muntah-muntah. Saya khawatirkan kondisinya," lanjutnya.

Suhartati juga menyampaikan, saat berada di kapal dia juga bertemu dengan pasien lain bernama Lida, yang mengalami pendarahan akibat hamil.

"Bukan hanya anak saya, tapi juga warga Karimunjawa lainnya butuh layanan kesehatan yang memadai. Tadi bareng juga Mbak Lida, yang mengalami pendarahan karena hamil," paparnya.

Diharapkan, pemerintah daerah dapat memperhatikan layanan kesehatan di Karimunjawa. Baik sarana dan prasarana juga obat-obatan yang memadai.

"Kalau bisa dirawat di Karimunjawa kan warga tidak kesulitan lagi. Kalau harus rujuk kan menambah biaya. Menyeberang satu tiket pulang-pergi Rp 168 ribu, coba kalau empat sampai lima orang. Belum lagi biaya hidup di sini saat menemani yang sakit," keluh dia.

Sementara, Paramedis Puskesmas Karimunjawa, Taufan menuturkan bahwa puskesmas sudah menangani pasies sesuai prosedur.

"Kami rujuk pasien ke sini karena supaya mendapat perawatan intensif. Mengingat empat hari di puskesmas kondisinya terus menurun," tandasnya saat mengantar pasien di RSUD Kartini.

Menanggapi keluhan warga Karimunjawa terkait layanan kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengatakan warga dapat mengakses layanan kesehatan di puskesmas setempat.

"Untuk layanan kesehatan di Karimunjawa sudah ada puskesmas," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom lewat ponselnya, Kamis (24/1/2019)

Menurutnya, tidak ada kelas khusus dalam klasifikasi puskesmas. Semua pelayanan sesuai dengan regulasi puskesmas.

"Kalau puskesmas tidak ada kelasnya. Klasifikasinya ya memang puskesmas," paparnya.

Mengenai rujuk pasien Karimunjawa ke RSUD Kartini, Mudrikatun menegaskan bahwa itu sudah sesuai dengan jenjang rujukannya.

"Memang kalau harus dirujuk ya dirujuk. Dan itu sudah sesuai dengan jenjangnya," imbuh dia.

Untuk transportasi rujuk pasien, kata dia, dilihat lebih dulu kasusnya. Jika memang itu kegawatdarutan akan menggunakan ambulan.

"Kalau itu kegawatdaruratan pasti pakai ambulan. Tapi kalau bukan, maka pakai kapal umum," ungkapnya.

Sejauh ini, pemerintah daerah sudah menyediakan dua kapal ambulan untuk memberikan kemudahan layanan kesehatan bagi warga Karimunjawa.

"Kalau tidak rusak, layanan siap 24 jam untuk kapal," tuturnya tanpa menerangkan kondisi kapal tersebut. (bgs/bgs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT