Salah Satu Kerbau Bule Pusaka Keraton Surakarta Mati Karena Sakit

Salah Satu Kerbau Bule Pusaka Keraton Surakarta Mati Karena Sakit

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 22 Jan 2019 19:38 WIB
Kerbau bule Keraton Surakarta mati karena sakit. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Salah satu dari kawanan kerbau bule atau kebo bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta mati setelah sakit-sakitan. Kerbau jantan bernama Joko ini langsung dimakamkan di kawasan Sitihinggil Alun-alun Kidul Keraton Surakarta.

Salah satu pengurus kerbau, Heru Sanjoyo, mengatakan telah melihat kerbau sempat jatuh pagi tadi, Selasa (22/1/2019). Kerbau berusia 30 tahun itu kemudian mati sekitar pukul 15.00 WIB.

"Sebelumnya sudah dicek oleh dokter tiga hari berturut-turut. Tadi pagi juga dicek dokter hewan," kata Heru saat ditemui di Alun-alun Kidul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pawang kerbau bule, Heri Sulistyo, mengatakan kerbau itu memang sudah lama sakit-sakitan. Terakhir, Joko mengalami infeksi pada mulut dan telinganya.


Pantauan detikcom, kejadian ini membuat masyarakat penasaran. Sekitar lokasi Sitinggil pun ramai dipadati masyarakat yang menyaksikan pemakaman kerbau.
Salah Satu Kerbau Bule Pusaka Keraton Surakarta Mati Karena SakitPetugas menggali lubang pemakaman untuk kerbau bule (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Saat ini kerbau yang mati masih ditutupi terpal. Sementara itu, petugas masih menggali tanah untuk kuburan kerbau di sisi timur Sitihinggil. Pemakaman akan dilaksanakan langsung malam ini.


Kerbau nantinya dikubur bersama kain mori dan menghadap kiblat. Selesai dimakamkan, nantinya akan dilaksanakan doa dan ditaburi bunga.

Dengan kematian Joko, jumlah kerbau bule di Alun-alun Kidul kini menjadi 16 ekor. Kerbau betina lain bernama Manis kini harus kehilangan pasangannya.

"Nanti kita carikan teman buat Nyai Manis biar tidak sendirian," pungkas dia. (bai/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads