DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 19:32 WIB

Menteri Jonan Jajal Becak Listrik Karya UGM

Pradito Rida Pertana - detikNews
Menteri Jonan Jajal Becak Listrik Karya UGM Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Sleman - Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) RI, Ignasius Jonan meluncurkan becak listrik di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM). Jonan juga mencoba langsung becak listrik karya Fakultas Teknik UGM tersebut.

Dengan mengenakan kacamata hitam, Jonan berjalan ke halaman Gedung Pusat UGM. Berhenti di depan becak-becak tersebut, Jonan langsung menaiki salah satu becak listrik yang berwarna kombinasi merah, putih dan biru. Tak ingin sendirian, Jonan pun mengajak Rektor UGM, Prof Panut Mulyono untuk duduk di kursi penumpang. Sedangkan Jonan sendiri menjadi pengemudi becak tersebut.

Setelah siap, Jonan mulai mengemudikan becak listrik tersebut ke arah barat. Jonan pun tampak menikmati saat mengendarai becak tersebut, setelah beberapa meter, Jonan pun menghentikan laju becaknya dan turun dari kursi kemudi.

Panut menjelaskan, becak listrik tersebut merupakan kerjasama Fakultas Teknik UGM, melalui ICA (Innovation Center for Automotive) UGM dengan PLN untuk memodifikasi becak kayuh dengan mengkonversinya menjadi becak bertenaga listrik. Terlebih, modifikasi tersebut tidak menghilangkan keaslian bentuk becak kayuh.
Menteri Jonan Jajal Becak Listrik Karya UGMFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menurut Panut, konversi yang dilakukan pada becak kayuh adalah dengan menambahkan komponen penggerak berupa motor listrik 1.500 Watt 48 V dan baterai VRLA 48 V dengan kapasitas arus 12 Ah. Dengan baterai 12 Ah, becak dapat digunakan secara penuh dengan listrik untuk menempuh 30 km untuk setiap pengisian baterai.

Berbeda dengan becak motor yang menghasilkan polusi udara dan suara, becak listrik ini bebas dari polusi sehingga lebih ramah lingkungan. Melalui dukungan dari salah satu BUMN yang menaruh perhatian tinggi pada elektrifikasi sarana transportasi masyarakat, Fakultas Teknik mengembangkan 15 prototype becak listrik. Becak tersebut diberikan pada paguyuban pengemudi becak di kawasan Bulaksumur, Sleman.

"Dengan becak ini (becak listrik), harapannya bahwa pengayuh becak itu namanya bukan lagi pengayuh becak karena nggak ngonthel lagi, dan jadi pengemudi becak," katanya usai disela-sela peluncuran becak listrik di depan Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Sleman, Jumat, (18/1/2019).

"Selain itu, dari sisi tenaga tentu membuat meningkatkan produktivitas karena tenaganya itu digantikan oleh listrik tadi. Jadi daya jelajahnya (Becak listrik) kan lebih besar, dan dari sisi humanitas jadi lebih baik, karen pengemudi becak nggak perlu banyak istirahat," imbuhnya.

Sementara itu, Jonan mengapresiasi langkah UGM dan salah satu BUMN dalam mengembangkan becak listrik tersebut. Menurutnya, di era modern saat ini sudah selayaknya becak tidak lagi dikayuh dan memanfaatkan tenaga listrik untuk mencegah polusi udara.

"Dengan becak listrik ini kan jadi lebih manusiawi serta menekan polusi dan tidak menimbulkan suara gaduh saat mengendarainya," ujar Jonan.
Menteri Jonan Jajal Becak Listrik Karya UGMFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Ia berharap agar kedepannya becak listrik tersebut dapat diproduksi secara massal. Mengingat becak tersebut ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mengharapkan keberadaan becak listrik menjadi perhatian setiap gubernur di Indonesia.

"Saya menganjurkan, setelah pembuatan ini (Becak listrik oleh UGM dan PLN) agar bekerjasama dengan industri agar bisa produksi lebih banyak. Kedua, saya yakin bapak Gubernur DIY dan Gubernur di daerah lain itu akan membuat regulasi agar becak (Listrik) berjalan, selain itu kan bisa dimanfaatkan untuk wisata, tidak menghapus tenaga kerja dan bersahabat dengan lingkungan," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed