Ketika Mahasiswa Asing dari Asia dan Afrika Belajar Olah Kopi Muria

Akrom Hazami - detikNews
Jumat, 18 Jan 2019 14:40 WIB
Mahasiswa asing dari Asia dan Afrika pelajari kopi Muria. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Sebanyak 22 mahasiswa asing bersama Universitas Muria Kudus (UMK) belajar mengolah kopi khas Muria. Kegiatan ini berlangsung di kebun kopi bukit Muria Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Mereka belajar mengolah kopi dari mulai menanam, okulasi, sortir, penyangraian biji kopi, sampai penyeduhannya. Mereka juga mempelajari bagaimana mengolahnya menjadi minuman kopi Muria yang layak minum.

"Untuk mengenalkan potensi kopi khas Muria. Masyarakat lokal Kudus mempunyai kopi. Kami membawa mahasiswa asing ke sini, untuk melihat langsung potensi Kabupaten Kudus, " kata Ketua Kantor Urusan Internasional UMK, Mutohhar kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Disebutkannya, kegiatan yang diberi nama Living in Asia ini dikuti dari peserta 8 negara Asia dan Afrika. Dari Asia ada dari Vietnam, Thailand, Afganistan, dan Afrika seperti Mesir, Sudan dan Burundi. Khusus kali ini, lanjut dia, ada peserta sebanyak dua orang asal Vietnam yang dikirim oleh keduataan Indonesia yang di Hanoi.

Mahasiswa asing pelajari kopi khas Muria. Mahasiswa asing pelajari kopi khas Muria, Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Mutohhar mengatakan bahwa diharapkan para mahasiswa asing ini tidak sekadar tahu, tapi bisa mengalami langsung, tentang bagaimana kopi ditanam, sampai diroasting, dan akhirnya mereka merasakan seperti apa kopi Muria

"Ini kali ketiga. Sebelumnya hanya memperkenalkan saja. Kali ini, kita membawa mereka agar tahu secara langsung bagaimana kopi itu mulai ditanam, dan setelah ini kita akan mengajak mereka ke beberapa potensi Kudus," beber dia.


"Mereka di sini 5 hari mulai 16 Januari dengan programnya dinamakan Living in Asia. Global isinya Kudus lebih banyak. Beberapa peserta sebagian besar dari Asia," terang Mutohhar.

Para peserta terlihat menikmati proses pengolahan kopi tersebut. Penyangraian biji dan sortir biji kopi berlangsung di kediaman seorang warga, Purbo (50) di Dukuh Kembang Selo, Desa Colo. Lantas, mereka menuju kebun kopi untuk belajar menanam tanaman kopi yang diajarkan oleh Rusdiono, seorang petani kopi setempat.

Shaista Azimi, seorang peserta dari Afghanistan mengatakan, baru kali ini dia ikut mengolah dan menanam biji kopi. Baginya, ini adalah pengalaman, sekaligus belajar mengetahui lebih soal pengolahan kopi.

Mahasiswa asing pelajari kopi khas Muria, Kudus. Mahasiswa asing pelajari kopi khas Muria, Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Saya baru pertama ikut kegiatan menanam kopi, mengolah kopi di Kudus ini. Menarik kegiatan ini. Saya senang," kata Shaista dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Peserta lain asal Vietnam, Pham Thi Thao, memuji kelezatan kopi khas Muria ini. Terutama bila dibandingkan dengan kopi Vitenam.

"Kopi Muria dengan kopi Vietnam, sama-sama enak. Enak kopi di sini. Hanya kopi Vietnam memang lebih kuat rasanya. Mungkin karena baru pertama, ya," terang mahasiswi Hanoi University ini. (sip/sip)