DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 16:58 WIB

Cegah Serangan Ular, Pemkab Gunungkidul Imbau Warga Jaga Kebersihan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Cegah Serangan Ular, Pemkab Gunungkidul Imbau Warga Jaga Kebersihan Ular piton yang menyerang dua warga Gunungkidul. Foto: Pradito R Pertana/detikcom
Gunungkidul - Serangan ular piton yang dialami ibu dan anak di Desa Sidorejo, Ponjong diduga karena ular hendak memangsa hewan ternak. Karena itu, Pemkab Gunungkidul ingin masyarakat lebih perhatikan lingkungan, khususnya kandang hewan ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan, bahwa serangan terhadap hewan ternak di Gunungkidul sudah beberapa kali terjadi. Menurutnya, serangan ular di Ponjong berawal dari ular yang hendak memangsa hewan ternak milik Sarjiyem.

Namun, karena terganggu dengan keberadaan Sarjiyem dan anaknya maka ular tersebut langsung refleks dan menyerang kedua orang tersebut. Terlebih, kediaman Sarjiyem berhimpitan dengan bukit yang diduga menjadi habitat ular tersebut.

"Untuk mencegah pemangsaan ular pada hewan ternak, mungkin yang perlu dilakukan masyarakat adalah memperhatikan kebersihan lingkungan kandangnya (ternak). Kalau perlu diberi penerangan saat malam hari untuk mengetahui adanya gangguan hewan liar," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (11/1/2019).


"Selain itu, pastikan lingkungan perkandangan bersih dari tumbuhan liar yang barangkali bisa jadi sarang ular," imbuhnya.

Mengenai langkah kongkrit yang diambil pihaknya untuk mencegah serangan ular terhadap warga dan hewan ternak, Suseno mengaku telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Memang kita tidak begitu berpengalaman dengan serangan ular, tapi untuk urusan lapangan (Seperti serangan hewan ternak), kita dibantu oleh pihak UPT pusat kesehatan hewan terkait penanganannya," ucapnya.


Diberitakan sebelumnya dua warga Dusun Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul diserang ular piton saat mengecek kandang ayam. Akibatnya, dua orang itu mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Sarjiyem (46), warga Dusun Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul mengatakan, bahwa kejadian bermula saat ia mendengar suara gaduh dari kandang ayam di belakang rumahnya Kamis (10/1) pagi. Mendapati hal itu, Sarjiyem menyuruh anaknya, Tri Dwianto (17) untuk mengecek kandang ayam tersebut.

"Anak saya ambil senter terus membuka kancing kandang ayam, pas jongkok dan ngecek itu dari samping ada ular menyerang dan nggubet (melilit) leher anak saya," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Dusun Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (10/1).

Dijelaskannya, ular yang menyerang anaknya memiliki panjang sekitar 4 meter. Karena mengetahui leher anaknya dililit dan digigit ular tersebut, Sarjiyem langsung berusaha menyelamatkan anaknya.

"Terus saya tarik kepalanya (Ular) dari leher anak saya, dan bisa lepas. Tapi kaki saya gantian digubet (dililit) ular itu dan jari saya digigit, karena itu saya sama anak saya jatuh," ucapnya.

"Setelah itu saya teriak-teriak minta tolong sambil nangis, karena anak saya banyak mengeluarkan darah," imbuhnya.

Beruntung teriakan Sarjiyem didengar salah seorang warga yang kebetulan melintas di depan rumahnya. Setelah itu, warga langsung berupaya menangkap ular dan membawa ibu dan anak itu ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

"Saya hanya luka pada dua jari saja, kalau anak saya luka pada bagian lehernya, untungnya ada yang menolong tadi. Karena posisi saya sama anak saya sudah jatuh semua," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed