DetikNews
Kamis 10 Januari 2019, 15:33 WIB

Terancam Tak Dapat Ijazah, Siswa SMK Pelayaran di Semarang Demo

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Terancam Tak Dapat Ijazah, Siswa SMK Pelayaran di Semarang Demo Aksi sujud para taruna taruni SMK Pelayaran Wira Samudra Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Isak tangis dan teriakan emosi menggelegar di halaman Yayasan Pendidikan Pembangunan (YPP) ketika taruna taruni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Wira Samudra Semarang berunjuk rasa. Para siswa berunjuk rasa karena terancam tidak mendapatkan ijazah.

Mereka khawatir tidak bisa mengikuti ujian mendapat ijazah ANT dan ATT atau sebagai syarat bekerja di bidang pelayaran dan kelautan karena gedung laboratorium mereka dirubuhkan dan belum dibangun kembali.

Mereka berorasi mengungkapkan kegelisahan dan membawa keranda tanda berkabung. Aksi sujud juga dilakukan menghadap ke gedung sekolah.

Perwakilan siswa kelas III, Ahmad Arifin mengatakan sebagai taruna mereka sudah memenuhi kewajiban membayar uang sekolah dengan hasil jerih payah orangtua namun hak berupa fasilitas tidak diperoleh dengan layak.

"Selama ini kami sekolah sudah memenuhi kewajiban kita akan tetapi kita belum menerima fasilitas yang baik, layak dan sesuai standar yang telah ditetapkan," kata Ahmad di lokasi, Jl Kokrosono no 70, kecamatan Semarang Utara, Kamis (10/1/2019).

Fasilitas yang dianggap tidak layak itu terkait fasilitas praktikum karena pada 2017 lalu ada rencana penambahan ruang baru dengan merobohkan laboratorium. Namun hingga kini gedung tersebut tidak dibangun sehingga peralatan praktikum ada di lorong kelas.

Ruang kelas pun ada yang digabung dengan kelas lain karena ada siswa sekolahan lainnya yang masih satu yayasan melakukan kegiatan belajar di sana.

Demo taruna taruni SMK Pelayaran Wira Samudra Semarang.Demo taruna taruni SMK Pelayaran Wira Samudra Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

"Sekarang saja dua kelas digabungkan jadi satu, sumpek itu karena ada sejumlah siswa SMK sebelah (masih satu yayasan) yang dipindah ke sini," ujarnya.


Ahmad menjelaskan syarat mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah profesi ANT dan ATT adalah fasilitas sekolah harus lengkap dan setiap tahun diaudit dari pihak terkait. Oleh sebab itu para taruna khawatir ketika lulus hanya akan mendapatkan ijazah SMK saja.

"Kami melakukan aksi ini agar didengar Pak Gubernur dan Pak Presiden, Pak tolong bantuannya, Pak," tandasnya.

Terancam Tak Dapat Ijazah, Siswa SMK Pelayaran di Semarang DemoDemo taruna taruni SMK Pelayaran Wira Samudra Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Mediasi kemudian dilakukan antara perwakilan taruna taruni dan pihak sekolah. Namun usai mediasi, para perwakilan itu meminta maaf karena ternyata pihak sekolah dan yayasan belum bisa memberikan jaminan.


"Hasil mediasi masih sama seperti sebelumnya, kami disuruh belajar tapi pihak yayasan tidak berani menjamin masa depan kami hingga mendapat ijazah ANT dan ATT," kata Taruna, Syarief Hidayatullah.

Isak tangis kembali terdengar karena kekecewaan hasil mediasi. Mereka juga memasang spanduk berisi protes di gerbang sekolahan.

Kepala SMK Pelayaran Wira Samudra, Indri Desianti mengatakan ia menjanjikan masalah itu terselesaikan. Aksi para taruna dan taruni hari ini disebutnya sebagai acuan penyelesaian masalah.

"Akan selesaikan sesegera mungkin. Akan audiensi dengan yayasan, maksimal satu bulan, setelah ada hasil akan kami panggil perwakilan siswa," kata Indri.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed