DetikNews
Selasa 08 Januari 2019, 18:51 WIB

Ngabalin: Bandara Kulon Progo Dikebut Bukan Kepentingan Politik Jokowi

Ristu Hanafi - detikNews
Ngabalin: Bandara Kulon Progo Dikebut Bukan Kepentingan Politik Jokowi Ali Ngabalin bersama rombongan saat meninjau pembangunan Bandara Kulon Progo. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Kulon Progo - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin membantah ada motif politik Presiden Joko Widodo di balik target operasional Bandara Kulon Progo/New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada awal April 2019.

Pernyataan Ngabalin disampaikan ketika menjawab pertanyaan dari wartawan di sela dirinya mendampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama jajaran Direksi Angkasa Pura I meninjau lokasi proyek Bandara NYIA.

"Bandara Kulon Progo sekali lagi jauh dari kepentingan-kepentingan politik. Kan kalau mau dihitung batas waktu Presiden lima tahun berakhir bulan Oktober, sementara untuk April itu kalau orang kaitkan dengan kepentingan politik, kepentingan capres, tentu tidak memiliki rasionalitas yang pas dan tepat," sebut Ngabalin yang juga menjabat Komisaris PT Angkasa Pura I, Selasa (8/1/2019).

"Saya kira teman-teman di Yogya pasti tahu bagaimana cara Pak Jokowi memimpin pada waktu (wali kota) di Solo dan (gubernur) DKI Jakarta. Sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, saya harus memberikan tanggapan bahwa pembangunan New Yogyakarta International Airport sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan politik praktis," lanjutnya.


Ngabalin menambahkan, Jokowi disebutnya menaruh perhatian besar terhadap proyek NYA. Dia menyebut pembangunan bandara ini menjadi sejarah tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

"Airport dibangun di atas lahan 587 hektare dalam target 8 bulan dengan tenaga kerja luar biasa. Ini memang sebuah pertaruhan tapi anak-anak negeri bisa lakukan, PP (PT PP Persero, kontraktor) bisa lakukan dan Angkasa Pura I bisa mendelegasikan dengan baik, dan bisa nyata menjadi bukti, tadi cek lapangan bersama Ngarsa Dalem (Sultan HB X)," ujarnya.


Sementara itu saat disinggung apakah setelah dirinya diangkat sebagai tenaga ahli KSP kemudian masuk ke jajaran Komisaris PT Angkasa Pura I diberi tugas untuk mengawal proyek NYIA? Begini jawaban Ngabalin.

"Saya sudah agak lama (sebelum masuk KSP) diproses untuk masuk ke sini (Angkasa Pura). Tugas komisaris adalah beri nasihat dan arahan bersama jajaran direksi untuk mengawal jalannya pembangunan NYIA. Kalau terlalu cepat agak rem, kalau terlalu lambat kita dorong sepanjang semua pekerjaan untuk kepentingan bangsa dilakukan profesional dan sesuai regulasi," paparnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed