DetikNews
Senin 07 Januari 2019, 12:05 WIB

Sempat Disetop, Layanan Pasien BPJS di 3 RS Solo Kembali dibuka

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sempat Disetop, Layanan Pasien BPJS di 3 RS Solo Kembali dibuka Penandatanganan kerja sama BPJS Kesehatan Surakarta dengan RS Kustati. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Tiga rumah sakit (RS) di Solo dan sekitarnya sempat putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan karena alasan akreditasi. Namun hari ini ketiga RS itu sudah membuka kembali layanan untuk pasien BPJS.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pihak rumah sakit dengan BPJS Kesehatan. Tiga RS tersebut ialah RSUI Kustati, RSI Amal Sehat Sragen dan RSU Amal Sehat Wonogiri.

"Jadi harapan kami nanti sudah tenang kembali, RS melayani juga tidak ada beban lagi, rujukan berjalan normal," kata Kepala BPJS Surakarta, Agus Purwono, usai penandatanganan kerja sama di kantornya, Senin (7/1/2018).

Meski telah kembali bekerja sama, Agus mengatakan proses akreditasi tetap berjalan. Diharapkan proses ini dapat segera selesai.


"Akreditasi ini sebagai syarat mutu layanan. Semoga triwulan pertama 2019 sudah bisa selesai," ujarnya.

Ketiga RS kemudian menyepakati membuka layanan BPJS mulai siang ini. Direktur RSU Amal Sehat Wonogiri, Rizky Mukti Sejati, mengaku akan segera menyebarkan informasi mengenai pembukaan kembali layanan BPJS.

"Siang ini sudah bisa melayani pasien BPJS. Nanti kita sebarkan juga lewat media sosial agar masyarakat tahu," kata Rizky di kantor BPJS Kesehatan Surakarta.


Dia mengatakan 80 persen pasien di RSU Amal Sehat ialah peserta BPJS Kesehatan. Akibatnya, sejak 2 Januari 2019, jumlah pasiennya menurun hingga 50 persen.

"Sehari itu pasien rawat jalan biasanya sampai 200 orang, pasien inap 20-an. Dengan ini, jumlah pasien berkurang sampai 50 persen," katanya.

Dia juga menjelaskan, masa akreditasi RS telah habis pada 9 Desember 2018. RS pun telah mengajukan perpanjangan beberapa hari sebelumnya.

"Tapi karena antrean, kita baru akan disurvei 28-31 Januari. Hasilnya keluar 3-4 minggu setelahnya. Nanti ke depan 6 bulan sebelumnya harus ngurus biar tidak ada kejadian seperti ini lagi," pungkasnya.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed