Pendakian Gunung Prau di Jateng Ditutup 3 Bulan, Ini Alasannya

Uje Hartono - detikNews
Senin, 07 Jan 2019 11:04 WIB
Gunung Prau di Wonosobo (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Wonosobo - Bagi para pendaki yang sudah berencana berlibur ke Gunung Prau untuk ditunda dulu. Sebab, mulai Minggu (6/1/2019) hingga 5 April 2019 pendakian Gunung Prau ditutup. Yang nekat mendaki, akan diberi sanksi.

Penutupan kegiatan pendakian tersebut diberlakukan di semua base camp pendakian Gunung Prau. Hal ini dilakukan guna melakukan proses pemulihan atau revitalisasi kawasan yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

"Penutupan ini untuk memulihkan Gunung Prau. Jadi selama sekitar 3 bulan ini pendakian sementara ditutup dulu," ujar Misyadi, petugas pos pendakian Gunung Prau jalur Patakbanteng, Wonosobo saat dihubungi detikcom, Senin (7/1/2019).
Pendakian Gunung Prau di Jateng Ditutup 3 Bulan, Ini AlasannyaGunung Prau (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Kebijakan penutupan pendakian ini berdasarkan kesepakatan Perhutani KPH Kedu Utara dengan segenap pengelola jalur pendakian Gunung Prau. Hasilnya, pendakian Gunung Prau ditutup total mulai tanggal 6 Januari hingga 5 April 2019 mendatang.

"Penutupan dilakukan selama tiga bulan. Hal ini rutin dilakukan setiap tahun untuk merawat dan mereboisasi Gunung Prau," terangnya.


Selain itu juga untuk memperbaiki jalur pendakian. Mengingat saat libur Natal dan tahun baru 2019 beberapa waktu lalu, banyak wisatawan yang mendaki ke Gunung Prau.

"Selain reboisasi, kami juga akan memperbaiki jalur. Karena kemarin banyak yang mendaki sehingga jalur juga harus dipulihkan," kata dia.
Pendakian Gunung Prau di Jateng Ditutup 3 Bulan, Ini AlasannyaGunung Prau (Foto: Uje Hartono/detikcom)


Bagi wisatawan yang nekat mendaki Gunung Prau selama waktu pemeliharaan akan dikenakan sanksi. Berdasarkan kesepakatan, sanksi ini tidak hanya ditujukan bagi pendaki, namun juga tour guide, biro dan basecamp.

"Sanksinya kalau memang ada yang nekat mendaki akan didenda untuk efek jera. Jadi saya harap pecinta alam bisa mematuhi kesepakatan ini," tuturnya. (mbr/mbr)