"Ini perajin rotan yang gagal. Saya dulu punya usaha rotan, punya 200 karyawan, pabriknya di Curug, ngambilnya banyak dari Cirebon," kata Sandi mencontohkan dirinya, Jumat (28/12/2018).
Kegagalan terjadi karena beberapa masalah, antara lain tentang ketersediaan bahan baku. Ekspor yang dikirim perusahaan pun lama-lama menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan dari capres Prabowo Subianto itu memberi pesan supaya kegagalan tidak dirasakan perajin rotan Trangsan. Yang paling utama diperhatikan, kata Sandi, ialah masalah biaya produksi.
"Yang paling utama itu cost of production. Karena yang kita jual itu selalu ditekan sama pembeli sama agennya. Jadi kita enggak boleh jor-joran, akhirnya cost of production tinggi, kita enggak punya untung, akhirnya utang," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Salat Jumat di Masjid Al Fatah Ambon |
Sandi pun mengaku mengalami situasi tersebut. Dia memiliki utang yang harus dibayar dengan menjual tanah.
"Waktu saya nutup pabrik saya, saya tutup utang itu jual tanah. Jadi saya titip pesan, kerja keras, kerja ikhlas," tutupnya.
Saksikan juga video 'Sandiaga Jawab Tuduhan PSI Soal Prabowo Hipokrit':
(bai/sip)











































