Cerita Sandiaga Pernah Tutup Pabrik dan Jual Tanah untuk Bayar Utang

Cerita Sandiaga Pernah Tutup Pabrik dan Jual Tanah untuk Bayar Utang

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 14:50 WIB
Cerita Sandiaga Pernah Tutup Pabrik dan Jual Tanah untuk Bayar Utang
Sandiaga Uno saat bersosialisasi dengan warga Desa Trangsan, Sukoharjo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Sukoharjo - Cawapres Sandiaga Uno melakukan kunjungan di Desa Wisata Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo hari ini. Di sentra industri rotan tersebut, Sandi mengaku pernah menjadi perajin rotan yang gagal.

"Ini perajin rotan yang gagal. Saya dulu punya usaha rotan, punya 200 karyawan, pabriknya di Curug, ngambilnya banyak dari Cirebon," kata Sandi mencontohkan dirinya, Jumat (28/12/2018).

Kegagalan terjadi karena beberapa masalah, antara lain tentang ketersediaan bahan baku. Ekspor yang dikirim perusahaan pun lama-lama menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tutup tahun 2002 itu awalnya ekspor dua kontainer, tapi kan daya beli di luar negeri kan juga fluktuatif, turun jadi satu kontainer karena harga bahan baku kita naik terus," katanya.


Pasangan dari capres Prabowo Subianto itu memberi pesan supaya kegagalan tidak dirasakan perajin rotan Trangsan. Yang paling utama diperhatikan, kata Sandi, ialah masalah biaya produksi.

"Yang paling utama itu cost of production. Karena yang kita jual itu selalu ditekan sama pembeli sama agennya. Jadi kita enggak boleh jor-joran, akhirnya cost of production tinggi, kita enggak punya untung, akhirnya utang," ujarnya.


Sandi pun mengaku mengalami situasi tersebut. Dia memiliki utang yang harus dibayar dengan menjual tanah.

"Waktu saya nutup pabrik saya, saya tutup utang itu jual tanah. Jadi saya titip pesan, kerja keras, kerja ikhlas," tutupnya.


Saksikan juga video 'Sandiaga Jawab Tuduhan PSI Soal Prabowo Hipokrit':

[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads