Begini Kondisi Mobil Ketua Gerindra Semarang yang Dilempar Batu

Begini Kondisi Mobil Ketua Gerindra Semarang yang Dilempar Batu

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 13 Des 2018 18:24 WIB
Begini Kondisi Mobil Ketua Gerindra Semarang yang Dilempar Batu
Mobil Ketua Gerindra Kota Semarang dilempar batu. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kaca depan mobil milik Ketua DPC Gerindra Semarang, Sigit Ibnugroho Sarasprono berlubang setelah dihantam batu seukuran kepalan tangan di jalan tol. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerusakan di kaca depan mobil cukup parah.

Mobil fortuner putih bernopol H 888 SI itu kini diparkir di kantor DPC Gerindra Semarang di Jalan Durian. Pemilik mobil bahkan membiarkan batu yang menghantam tetap pada posisi terakhirnya yaitu di depan jok kiri depan atau samping jok sopir. Serpihan pecahan kaca juga masih terlihat di dalam mobil.

Tidak ada kerusakan lainnya di bagian mobil kecuali kaca mobil yang berlubang dan retak. Dalam insiden yang terjadi pukul 00.05 WIB dini hari tadi itu sopir Sigit terluka di pelipis mata kiri akibat pecahan kaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil Ketua Gerindra Kota Semarang dilempar batu. Mobil Ketua Gerindra Kota Semarang dilempar batu. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Peristiwa terjadi saat Sigit perjalanan pulang dari Salatiga untuk sosialisasi dirinya sebagai calon anggota DPR RI dapil Jateng 1. Sigit tidak ingat lokasi persisnya, namun yang dia ingat ada di sekitar tol Bawen dan dekat jembatan penyebrangan orang (JPO).


"Kita memang jalan awalnya agak kencang, tapi saya minta dikurangi kecepatannya karena gerimis. Kejadiannya di dekat JPO (jembatan penyeberangan orang) saya lupa di kilometer berapa," kata Sigit saat ditemui di kantor Gerindra Semarang, Kamis (13/12/2018).

Mobil Ketua Gerindra Kota Semarang dilempar batu. Mobil Ketua Gerindra Kota Semarang dilempar batu. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom


Dengan mobil berlubang, Sigit melanjutkan perjalanan sampai ke gerbang tol untuk menemui pengelola. Namun menurut Sigit hingga kini dirinya belum mendapatkan respon positif dari Trans Marga Jateng sehingga kondisi mobil dibiarkan seperti itu.

"Kalau konsumen dengan mengeluarkan biaya (di jalan tol), kita berhak dapatkan pelayanan dan perlindungan. Yang saya sesalkan dari penyataan TMJ, katanya ini diluar kuasa mereka," ujar Sigit. (alg/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads