"Saya lihat petugas membawa sebuah tas, dokumen, satu kotak tinta hitam. Sepengetahuan saya tidak ada senjata atau barang berbahaya yang dibawa," kata Ketua RT 06, RW 18, Dusun Krapyak, Petrus Suherman saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (12/12/2018).
Suherman menceritakan awalnya petugas yang menemuinya mengaku berasal dari Densus 88 pada Selasa (11/12) sore. Jumlah anggota yang menggerebek rumah kontrakan di RT06/RW18 Dusun Krapyak, Kelurahan Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman cukup banyak dan sebagian besar berpakaian preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak dilapori tertulis, tapi dari penglihatan saya, ada empat orang yang dibawa Densus naik mobil dan motor," kata Suherman.
IA diketahui bekerja sebagai karyawan franchise makanan. Pemilik usaha, Muhammad Gilang Syarifudin (25) menceritakan bahwa dirinya dan lima orang karyawannya sempat diperiksa di Polda DIY.
"Saya ikut diperiksa di Polda kemarin sore, sampai malam sekitar jam 19.30 WIB. Ada enam orang, saya dan karyawan, satu ditahan, IA itu," tutur Gilang.
Dia menjelaskan bahwa IA baru bekerja selama tiga bulan. Rumah yang digerebek Densus 88 merupakan kontrakan karyawannya.
"Dia ngaku warga Indramayu, baru kerja September kemarin," imbuhnya.
Apa persoalan IA hingga ditangkap olehDensus 88? Apa dia terlibat dalam aksi terorisme? "Ya...iya (terduga teroris)," kataKabid Humas PoldaDIYAKBPYuliyanto.
Namun Yuliyanto tidak menjelaskan lebih detail keterlibatan IA dalam jaringan mana. "Yang memeriksa langsung dari Mabes Polri, Polda DIY hanya membantu kegiatan Densus kemarin sore," tukasnya.
(sip/sip)










































