Meski tidak ada korban jiwa, namun pengemudi atau wisatawan diimbau untuk tetap waspada. Sebab curah hujan masih tinggi dan adanya ancaman tanah longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, banjir dan tanah longsor di Desa Paweden disebabkan adanya genangan air yang tersumbat. Karena banyaknya volume air, struktur tanah tidak kuat yang kemudian mengakibatkan longsor.
"Intensitas hujan tinggi dan durasi lebih dari 3 jam pada siang hari. Sehingga pada Senin sore genangan itu longsor," ungkap Arif melalui sambungan telpon, Senin (10/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat tertutup total, tetapi kami beserta TNI/Polri dan para relawan telah membersihkan material ini. Dan sekarang sudah bisa dilalui kendaraan lagi," terangnya.
Namun demikian, ia mengimbau agar pengguna jalan tetap waspada saat melintas di daerah tersebut. Sebab, saat ini intensitas hujan masih tinggi. Sedangkan struktur tanah di sekitar jalan tersebut rawan longsor dan labil.
"Imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada karena potensi hujan masih tinggi dan longsor bisa terjadi kapan saja," pungkas dia.
(bgs/bgs)











































