Salatiga Jadi Nomor 2 Kota Paling Toleran di Indonesia, Apa Resepnya?

Eko Susanto - detikNews
Senin, 10 Des 2018 10:36 WIB
Penghargaan dari Setara Institute yang diperoleh Kota Salatiga. Foto: Eko Susanto/detikcom
Salatiga - Kota Salatiga ketiga kalinya terpilih menjadi Kota Toleran se-Indonesia dari Setara Institute For Democray and Peace. Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mengatakan ada beberapa faktor di baliknya.

"Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT yang ketiga kalinya Kota Salatiga dinobatkan menjadi kota yang paling toleran se-Indonesia," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/12/2018).

"Tentu ini merupakan hasil kerja bersama dari seluruh stakeholder di Kota Salatiga. Saya dan Pak Wali tentu yang mengasuhi masyarakat Kota Salatiga bersama-sama dengan Forkompinda, pimpinan OPD, dengan Pak Lurah, Pak Camat dan semua ASN di Kota Salatiga ikut bekerja sama dengan masyarakat Kota Salatiga," kata dia.

Haris mengatakan banyak pihak berkontribusi dalam prestasi ini. Kebijakan yang diambil pemerintah, lanjutnya merupakan produk yang tak lepas dari gaya hidup masyarakat Salatiga.

"Sehingga sesungguhnya penghargaan ini, penghargaan untuk rakyat Kota Salatiga sebab kebijakan yang kami tempuh, kemudian berbagai produk regulasi yang dihasilkan di Kota Salatiga. Tentu kemudian tidak lepas dari lifestyle, dari perilaku sehari-hari warga Kota Salatiga yang menyebabkan penghargaan ini diberikan kepada kami di Kota Salatiga," ujar Haris.

Untuk tahun ini, Kota Salatiga berada di peringkat kedua sebagai Kota Toleran se-Indonesia setelah Kota Singkawang . Sedangkan pada tahun sebelumnya, Kota Salatiga menduduki peringkat pertama bersama Kota Manado.


"Kalau sekarang ini ada pembobotan, sekarang ini ada penilaian yang bersifat kuantitatif, ada angka-angkanya, ada skornya sehingga sekarang ada di urutan kedua. Dan tentu, itu sudah membanggakan di antara sekian puluh, sekian ratus kota, Kota Salatiga bisa mendapatkan peringkat kedua seluruh Indonesia," tegasnya.

Haris, dipersilakan kota-kota lainnya untuk belajar nilai toleransi di Kota Salatiga.

"Saya kira sangat kita terima dan Alhamdulillah selama ini sudah banyak sekali yang belajar di Kota Salatiga untuk konteks toleransi, hidup bersama antarberbagai etnis, berbagai agama," tuturnya.


Salah seorang warga Kalibening, Tingkir, Salatiga, Muhammad Arief Imam Ghozali (33), mengatakan, Kota Salatiga dikenal dengan sebutan miniatur Indonesia. Warga masyarakat hidup berdampingan dengan rukun antarumat beragama maupun antaretnis.

"Alhamdulillah Salatiga penuh dengan toleransi, hidup rukun antarumat beragama. Di Salatiga damai dan hidup rukun. Sejauh ini, sangat kondusif," katanya. (sip/sip)