detikNews
Jumat 30 November 2018, 13:31 WIB

Jadi Pembicara di UGM, Chairul Tanjung Ingatkan Perubahan Zaman

Usman Hadi - detikNews
Jadi Pembicara di UGM, Chairul Tanjung Ingatkan Perubahan Zaman Chairul Tanjung menjadi pembicara di UGM. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, menjelaskan bahwa setiap manusia harus bisa mengikuti dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika tidak, maka akan tertinggal dan dimakan oleh perubahan zaman.

"Siapa yang tidak mau berubah mengikuti zamannya, maka sehebat dan sebesar apapun dia, dia akan dimakan oleh zamannya," demikian disampaikan Chairul Tanjung.

Hal itu disampaikan CT, demikian dia akrab disapa, saat menjadi pembicara executive lecture series bertema "Kepemimpinan dan Inovasi di Era Disrupsi: dari 'anak singkong' ke pemimpin inovatif". Acara itu diselenggarakan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) di University Club UGM hari ini.

Dalam paparannya, CT menjelaskan bahwa perubahan zaman di era sekarang terjadi sangat cepat. Bahkan fenomena disruption (disrupsi) yang terjadi di era digital juga semakin berbahaya dengan berbagai lompatannya.

"Kalau disruption dahulu itu efeknya tidak terlalu dalam kehidupan. Disruption era sekarang pengaruh dalam kehidupannya menjadi sangat luar biasa," tuturnya.

CT lalu mencontohkan berbagai lompatan zaman yang terjadi begitu cepat. Dimulai dari revolusi agrikultural ke revolusi industri. Selanjutnya ditemukan bola lampu hingga akhirnya manusia berhasil mendaratkan kaki di bulan.

"Kemudian dari pendaratan di bulan ke internet (zaman digital) itu butuh 22 tahun. Jadi ini membuktikan terjadinya sebuah proses percepatan di dalam hubungan tersebut," ucapnya.
Jadi Pembicara di UGM, Chairul Tanjung Ingatkan Perubahan ZamanChairul Tanjung menjadi pembicara di UGM. (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Berbagai lompatan tersebut, lanjut CT, turut mendorong terjadinya disruption yang menggambarkan pergerakan dunia industri yang begitu cepat. Dimulai dari tumbangnya perusahaan-perusahaan besar yang digantikan platform usaha lain.

"Sekarang berubah dari GE (General Electric) berubah menjadi amazon, facebook, google, ada alibaba. Jadi raksasanya berubah, kalau dulu GE itu the most value asset adalah pabrik, tanah, bangunan. Sekarang the most value asset adalah data," jelasnya.

Terpisah Direktur PSKK UGM, Heruanto Hadna, menjelaskan bahwa executive lecture series yang dihadiri CT ini adalah lecture series pertama yang digelar PSKK. Ada sejumlah alasan mengapa PSKK memilih mengundang Chairman CT Corp.

"Beliau (CT) tidak berafiliasi dengan satu atau dua (partai politik). Kita sengaja mencari pembicara yang netral (tidak termasuk salah satu paslon capres) biar tidak digoreng, dan kami memilih bisnisman," paparnya.

"Beliau (CT) juga pernah diminta untuk menjadi tim sukses (capres), tapi beliau tidak bersedia. Ini luar biasa, dan kita tahu dari buku-bukunya beliau. Beliau juga pernah di sektor publik juga sebagai Menko Ekonomi di zaman Pemerintahan SBY," pungkas dia.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com