Begini penjelasan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengenai kondisi tersebut.
"Jadi akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Bandara Adisutjipto, ada satu titik di landasan yang permukaan aspalnya mengelupas, atau istilahnya weak spot," jelas Pandu, saat dihubungi detikcom, Kamis (29/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Teknik Bandara langsung menindaklanjuti dengan melakukan maintenance atau perbaikan.
"Sebetulnya maintenance runway dilakukan secara periodik, dan kemarin siang kebetulan ada laporan weak spot, langsung ditangani petugas," jelas Pandu.
"Kemarin ada luasan kurang dari satu meter, satu titik, lapisan paling atas aspal landasan mengelupas," sambung Pandu.
Proses maintenance berlangsung sekitar 30 menit. Selama proses tersebut, operasional bandara ditutup dan baru kembali dibuka pukul 12.55 WIB. Akibatnya 9 penerbangan kedatangan maupun keberangkatan terdampak.
"Weak spot kemarin berpotensi melebar dan dinilai bisa mengganggu penerbangan. Ketika pesawat melewati weak spot tersebut, dikhawatirkan ada kerikil yang lepas mengenai mesin atau badan pesawat dan bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Sehingga kami memperbaiki, kami gali dan aspal ulang," papar Pandu.
Pandu pun tidak menampik pada musim hujan ini memang berpotensi pada munculnya weak spot.
"Pengawasan dan pemeliharaan dilakukan secara periodik terutama di area airside karena area tersebut merupakan area pergerakkan pesawat," imbuhnya. (sip/sip)