detikNews
Selasa 27 November 2018, 11:00 WIB

20 Napi Teroris dan Narkoba Dipindah dari Jatim ke Nusakambangan

Arbi Anugrah - detikNews
20 Napi Teroris dan Narkoba Dipindah dari Jatim ke Nusakambangan Lapas Batu Nusakambangan. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Sebanyak 20 narapidana kasus terorisme dan narkoba dipindahkan dari lapas-lapas di Jawa Timur menuju Lapas di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Mereka pendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian maupun Densus 88.

"Itu dari lapas se-Jawa Timur yang dipindahkan ke Nusakambangan," kata Kalapas Batu Hendra Eka Putranto yang juga merupakan koordinator Lapas se-Nusakambangan saat dihubungi detikcom, Selasa (27/11/2018).

Menurut dia, para narapidana sudah masuk ke Nusakambangan sejak kemarin hingga pagi ini. Meski demikian dia mengaku tidak hafal siapa saja nama napi-napi yang dipindahkan tersebut.

"Sudah masuk tadi pagi. Saya sedang di Jakarta yang menerima staf saya, saya tidak hafal," ujarnya.


Dia mengatakan jika para napi tersebut di antaranya terdiri dari 15 napi narkoba dan 5 napi kasus terorisme. Semua narapidana tersebut akan menempati Lapas narkotika dan Lapas Batu.

"Yang narkoba ke Lapas Narkotika dan yang teroris ke Lapas Batu di Nusakambangan," ujarnya.


Sebelumnya Tim Densus 88 menjemput tiga napi teroris di Lapas Kelas 1 Madiun untuk dipindah ke Lapas Nusakambangan. Ketiga napi teroris yang dipindah ke Lapas Nusakambangan dari Lapas Madiun adalah William Maksum alias Tio alias Alan bin Ade Suherman (31), pekerjaan guru, Abdullah Umamity alias Dullah bin Abdul (36), dan Muhammad Agung.

Selain memindahkan napiter dari Lapas Kelas 1 Madiun, seorang napiter dari Lapas Klas IIB Blitar juga ikut dipindah ke Nusakambangan. Napiter tersebut adalah Budi Utomo (31) yang lahir di Jepara ini divonis selama 10 tahun penjara. Dan sisa pidananya masih kurang 4 tahun 5 bulan 22 hari.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed