ADVERTISEMENT

Sandiaga: Saya Dengar Biaya Hidup Naik, Akhirnya Belanjanya Kurang

Uje Hartono - detikNews
Senin, 19 Nov 2018 09:35 WIB
Sandiaga Uno di Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo - Di depan para ibu di Wonosobo, Cawapres Sandiaga Uno menyinggung soal biaya hidup yang terus naik. Menurut dia, hal tersebut akan berdampak pada belanja kebutuhan sehari-hari kurang.

"Saya tadi dengar dari ibu-ibu bahwa biaya hidup naik. Kalau biaya hidupnya naik, akhirnya belanjanya kurang," ujarnya usai senam bersama ratusan ibu-ibu di halaman Terminal Mendolo Wonosobo, Senin (19/11/2018).

Sandi mengatakan, dengan kurangnya belanja kebutuhan akan berdampak pada kurangnya asupan protein bagi keluarga, terutama untuk generasi berikutnya. Dikhawatirkan akan berdampak pada tumbuh kembangnya anak.


"Kalau kurang asupan protein bisa berdampak pada anak kena stunting growth. Sehingga tumbuh kembangnya anak terkendala. Bagaimana kita punya daya saing kalau generasi kita tidak punya asupan protein yang baik," kata dia.

Untuk itu, ia mengingatkan agar warga Wonosobo rajin berolahraga. Menurut Sandi, jika rutin dilakukan akan membuat kebutuhan biaya kesehatan turun, karena tidak perlu ke rumah sakit.

"Harus bergaya hidup sehat. Sehingga, ongkos kesehatan turun. Ini untuk mengimbangi biaya hidup yang terus naik," tuturnya.


Ia juga berpesan kepada para ibu-ibu di Wonosobo agar mengingatkan suaminya berhenti merokok.

"Ibu-ibu juga harus punya peran penting untuk mengingatkan bahaya merokok. Karena bisa menyerang paru-paru atau kanker," katanya.

Dalam kesempatan ini, Sandiaga juga mengunjungi Pasar Induk Wonosobo. Salah seorang pedagang, Jamil menyampaikan uneg-unegnya terkait pembangunan pasar yang tak kunjung dilakukan sejak terbakar pada 2014 silam.

"Berhubung ada Sandiaga Uno saya curhat karena sudah 4 tahun setelah musibah kebakaran belum juga dibangun. Jadi sekarang kondisi pasar becek kalau hujan karena bocor," kata Jamil.

Jamil mengatakan bahwa saat ini ada 4 ribu pendagang di pasar ini yang akhirnya kini harus berjualan di beberapa tempat terpisah. Hal ini menurutnya membuat pembeli bingung dan berdampak pada penjualan sepi.

"Sekarang sepi, karena jualannya tidak ngumpul. Jadi kan pembeli bingung," kata dia.

Menanggapi keluhan itu, Sandiaga mengatakan bahwa infrastuktur yang berhubungan langsung dengan masyarakat menjadi prioritasnya.

"Infrastruktur yang berhubungan langsung dengan masyarakat kecil, dengan kebutuhan sehari-hari mestinya didahulukan. Ini menjadi prioritas bagi Prabowo-Sandi," tuturnya.

Kondisi ini kata dia, mengindikasikan bahwa rakyat butuh keberpihakan. Yakni keberpihakan kepada rakyat, UMKM dan memprioritaskan ekonomi akar rumput.

"Ini merupakan indikasi butuh adanya keberpihakan. Jika Allih meridhoi dan mendapat mandat dari rakyat pada April 2019 mendatang pembangunan pasar ini menjadi prioritas. Dan akan dibangun langsung di tahun 2019," tegasnya. (sip/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT