DetikNews
Jumat 16 November 2018, 13:13 WIB

Kanisius Bentuk Tim Khusus soal Bocah Jatuh dari Lantai 3 yang Viral

Ristu Hanafi - detikNews
Kanisius Bentuk Tim Khusus soal Bocah Jatuh dari Lantai 3 yang Viral Surat keputusan pembentukan tim dari Yayasan Kanisius Yogyakarta. Foto: Dok Lesto Prabhancana Kusumo
Sleman - Yayasan Kanisius bentuk tim khusus terkait jatuhnya murid dari lantai 3 SD Kanisius Demangan Baru 1, Sleman. Berikut ini pernjelasannya.

"Iya betul Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta membentuk Tim Penanganan Khusus terkait peristiwa di SD Kanisius Demangan Baru 1," kata Ketua Tim Penanganan Khusus, Lesto Prabhancana Kusumo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (16/11/2018).

Lesto kemudian mengirimkan foto surat keputusan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta terkait pembentukan tim itu kepada detikcom melalui pesan singkat.

Tampak surat tersebut Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta, Agustinus Mintara. Surat itu berisi keputusan membentuk Tim Penanganan Khusus terkait peristiwa jatuhnya siswa yang terjadi pada Senin (12/11) siang. Yayasan Kanisius menunjuk Lesto Prabhancana Kusumo sebagai ketua tim.


Selanjutnya tim yang beranggotakan komite sekolah, wali murid, guru dan pihak terkait lainnya bertugas menangani masalah internal, hubungan komunikasi dengan pihak eksternal, pemulihan kondisi dan situasi, serta pelaporan. Tim akan bekerja selama sebulan ke depan, mulai 15 November 2018 dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.

Surat keputusan pembentukan Tim Penanganan Khusus ini ditembuskan kepada Uskup Keuskupan Agung Semarang dan pengurus Yayasan Kanisius Pusat di Semarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terekam kamera warga dan akhirnya video murid jatuh dari lantai 3 SD Kanisius Demangan Baru 1, Sleman viral di media sosial.

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian, tapi tetap meminta pihak sekolah melaporkan peristiwa ini. Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Hariyanto menjelaskan laporan ini dibutuhkan agar polisi bisa leluasa menyelidiki kejadian itu.


"Sekarang mau manggil (saksi-saksi) belum ada laporan. Jika sudah ada laporan, setelah itu nanti kita ambil keterangan saksi-saksi, kita kembangkan, ada rekonstruksi," jelasnya saat ditemui wartawan di kantornya siang ini.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman juga telah menurunkan tim untuk menginvestigasi kejadian ini. Salah satu temuan dari tim ini yaitu diketahui tak ada guru di lokasi kejadian saat peristiwa itu terjadi.

"Waktu kejadian bapak-ibu guru tidak ada di lokasi," ungkap Kabid Sekolah Dasar (SD) Disdik Sleman, Dwiwarni Yuliastuti saat dihubungi detikcom, Kamis (15/11).

Dwi juga menyampaikan terkait keamanan bangunan sekolah tersebut yang seharusnya segera disempurnakan. Salah satunya soal tidak adanya teralis jendela.

"Dinas sarankan karena bangunan belum sempurna, nanti disempurnakan dulu sebelum betul-betul difungsikan. Keamanan salah satunya pemasangan teralis di jendela," tuturnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed