DetikNews
Kamis 15 November 2018, 17:10 WIB

Tersangkut Politik Uang, 2 Caleg Golkar Dituntut 2 Bulan Penjara

Eko Susanto - detikNews
Tersangkut Politik Uang, 2 Caleg Golkar Dituntut 2 Bulan Penjara Sidang kasus politik uang dua caleg Golkar di PN Ungaran. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Dua orang caleg Golkar terdakwa kasus politik uang, Siti Ambar Fatonah dan Sarwono menjalani sidang tuntutan hari ini. Keduanya dituntut hukuman penjara dua bulan dan denda Rp 2,5 juta.

Sidang yang dipimpin majelis Hakim Ketua Tri Retnaningsih SH dan Hakim Anggota Hendra Yuristiawan SH serta Wasis Priyanto SH ini, baru di mulai pukul 13.40 WIB, Kamis (15/11/2018). Kedua terdakwa datang dengan didampingi penasihat hukumnya, Muhammad Sofyan SH. Sedangkan pembacaan tuntutan tersebut dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara bergantian.

Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Tri Retnaningsih SH, sempat menanyakan kepada masing-masing terdakwa mengenai tuntutannya. Ketika itu, kedua terdakwa menyatakan telah mengetahui perihal tuntutannya. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini berakhir pada pukul 15.15 WIB.

Ketua Tim JPU, Raharjo Budi Kisnanto mengatakan, dalam melakukan tuntutan itu, JPU menilai dari segala aspek, termasuk seni budaya, kearifan lokal. Selain itu, motivasi yang dilakukan kedua terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut dan nilai uangnya yang digunakan melakukan kejahatan tersebut.

"Dalam hal melakukan tuntutan itu, kami menilai dari segala aspek termasuk seni budaya, kearifan lokal, kemudian motivasi yang dilakukan oleh kedua terdakwa dalam melakukan perbuatan itu. Kemudian nilai uangnya yang digunakan dalam kejahatan tersebut, termasuk juga kami pertimbangkan segala sesuatunya," kata Raharjo usai persidangan di Pengadilan Negeri Ungaran, Kamis (15/11/2018).


"Dan juga termasuk usia dari pada pelaku tindak pidana tersebut. Dalam hal-hal yang memberatkan dan meringankan sehingga kami berkesimpulan terhadap terdakwa tersebut kami tuntut pidana penjara masing-masing 2 bulan. Kemudian uang yang digunakan untuk melakukan kejahatan karena sudah terbukti milik dari terdakwa dirampas untuk negara," katanya.

Untuk tuntutan lainnya, kedua terdakwa dikenakan denda Rp2,5 juta. Kemudian, JPU juga menuntut kedua terdakwa ini dilakukan penahanan.

"Dendanya Rp2,5 juta masing-masing terdakwa, jadi kalau Rp2,5 juta tidak dibayar, ya otomatis harus menjalani subsidernya 3 bulan kurungan," kata dia.

Sementara itu, Penasihat Hukum Terdakwa, Muhammad Sofyan SH mengatakan, tuntutan sudah menjadi kewenangan dari jaksa.

"Jaksa boleh saja menuntut dan seterusnya, meskipun kemudian ada beberapa ketentuan bahwa hal yang sangat mungkin juga misalnya bertolak dari fakta-fakta di persidangan. Jaksa juga bisa menuntut bebas atau lepas dari tuntutan juga hak dari pada jaksa," katanya.


Perihal tuntutan, kata dia, menjadi kewenangan dari pada penuntut umum. Namun demikian, dari penasihat hukum memandang bertolak dari fakta-fakta persidangan.

"Kami dari kuasa hukum atau pembela dari para terdakwa memandang bahwa bertolak dari fakta-fakta persidangan, kami berkeyakinan bahwa pemenuhan unsur-unsur sebagaimana dalam Pasal 521 juncto Pasal 523 ayat 1 UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu, kami yakin tidak terpenuhi. Karena kemudian dari keterangan saksi, fakta yang disampaikan JPU, keterangan saksi a de charge yang kami ajukan maupun keterangan ahli berkeyakinan dari fakta persidangan itu penyelenggaraan acara itu bukan bagian dari kampanye sehingga tidak dimasuk pengertian kampanye sebagaimana dimaksud dalam kampanye menurut UU itu," ujarnya.

"Kemudian unsur kesengajaan memberikan uang jelas, pemberian uang oleh kedua terdakwa itu didasari atas adanya undangan dari panitia dan itu juga terekam dalam video yang menjadi bukti itu keperluan untuk membeli aqua. Ini kan sepertinya menjadi persoalan, ya persinggungan antara kebiasaan atau adat dan kebiasaan, kemudian menjadi benturan dengan positifisme hukum. Nah ini yang kemudian menjadi masalah yang cukup harus diperhatikan oleh para pelaku hukum di Indonesia," tegasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed