ADVERTISEMENT

Kapolda Jateng: Masalah Poster 'Raja Jokowi' Masih Ranah Bawaslu

Akrom Hazami - detikNews
Kamis, 15 Nov 2018 16:13 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Kepolisian belum bisa bertindak mengenai poster Joko Widodo mengenakan mahkota raja yang saat ini masih menjadi masalah di Jawa Tengah. Kepolisian menilai masalah tersebut masih dalam ranah internal Bawaslu.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, polisi masih belum bisa menyebutkan ada unsur pidana atau tidak.

"Masih di ranah internal Bawaslu. Kalau Bawaslu itu melihat ada pelanggaran tempat lokasi yang tak sesuai ditetapkan, Bawaslu akan menghentikan," kata Condro kepada wartawan dalam peresmian Peresmian Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) dan Masjid Al Quds Mapolres Kudus, Kamis (15/11/2018).

Dia menambahkan, saat ini polisi belum menerima aduan dari partai politik yang gambarnya poster Raja Jokowi. Meski poster-poster itu sudah dicopoti.


"Belum masuk aduan dari parpol yang ditempel gambarnya. Termasuk belum ada limpahan dari parpol juga," tambahnya.

Dia hanya meminta parpol yang gambarnya dicantumkan agar menyikapi masalah ini dengan kepala dingin.

"Tidak boleh emosional. Jangan terjadi benturan. Itu yang kita jaga," imbuh kapolda.

Sejauh ini, Bawaslu diminta untuk lebih proaktif dan menemukan di mana letak pelanggaran pemilu.


Diketahui, poster bergambar Jowo Widodo mengenakan mahkota itu banyak ditemui di beberapa wilayah, termasuk di Jawa Tengah. Sementara terkait bangunan Satpas dan masjid yang diresmikan, kapolda berharap agar dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Mudah-mudahan fasikitas baru ini berguna dan bisa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Keberadaan masjid juga bisa ramai untuk kegiatan ibadah. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Itu amat penting," tegas Condro. (bgk/bgs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT